PALANGKA RAYA — Ibu Gubernur Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kewirausahaan bagi lulusan magister Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) sebagai bagian dari strategi mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Yudisium Program Pascasarjana Tahap I Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar pada Senin, 20 April 2026 di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa capaian akademik harus diikuti dengan kemampuan inovasi dan keberanian menciptakan peluang ekonomi baru.
“Momentum yudisium ini bukan hanya penanda kelulusan, tetapi juga penguatan kompetensi agar mampu meningkatkan profesionalisme, memperluas inovasi, serta mengembangkan jiwa entrepreneurship,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa lulusan pascasarjana memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.

Sementara itu, pihak kampus menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan aplikatif di dunia kerja dan masyarakat.
Yudisium ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari aparatur pemerintah hingga sektor swasta, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di bidang masing-masing.

Dengan penguatan kompetensi tersebut, lulusan magister UMPR didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi daerah.



