PALANGKA RAYA — DPRD Kota Palangka Raya mendorong penguatan sektor peternakan ayam petelur sebagai langkah konkret mencapai kemandirian pasokan telur dan menekan ketergantungan dari luar daerah.
“Kalau produksi lokal kuat, ketergantungan dari luar daerah bisa ditekan,” ujar Yudi.
Ia menegaskan, penguatan peternak lokal harus menjadi prioritas kebijakan, mulai dari akses permodalan, ketersediaan pakan, hingga pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Menurutnya, tanpa intervensi yang terarah, upaya meningkatkan produksi akan berjalan lambat dan berisiko tidak mampu mengejar pertumbuhan permintaan pasar.
“Peternak lokal harus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan telur di daerah sendiri,” tegasnya.
Selain menjaga stabilitas pasokan, peningkatan produksi dalam daerah juga dinilai berdampak langsung terhadap pengendalian harga di tingkat konsumen serta efisiensi distribusi.
DPRD menilai Palangka Raya memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada telur, namun membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak agar target tersebut dapat terealisasi.
Tanpa langkah konkret dan kolaboratif, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dinilai akan terus berulang dan berpotensi memicu fluktuasi harga di pasar.
Lewati ke konten




