Cirebon – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, setelah sesepuh sekaligus ulama kharismatik KH Adib Rofiuddin Izza wafat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis dan rencananya dimakamkan di kawasan Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza langsung mengundang duka mendalam dari kalangan pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), santri, hingga tokoh nasional. Sosok yang dikenal sederhana dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan Islam tersebut merupakan salah satu figur penting di lingkungan Pondok Buntet Pesantren serta pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pondok Buntet Pesantren melalui pesan duka yang beredar turut mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum.
“Mohon ziyadah doa untuk almarhum,” demikian pesan duka yang disampaikan pihak pesantren.
Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, mengatakan pihak keluarga masih dalam suasana berduka sehingga belum dapat memberikan banyak keterangan terkait prosesi pemakaman maupun agenda keluarga lainnya.
“Rencananya almarhum akan dimakamkan di Buntet. Untuk waktunya masih belum diputuskan,” ujar KH Wawan Arwani.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Cirebon sebelum dimakamkan di makbaroh Pondok Buntet Pesantren. Sejumlah tokoh nasional, ulama, hingga pejabat turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza.
KH Adib Rofiuddin Izza lahir di Cirebon pada 28 Agustus 1965. Ia merupakan putra dari KH Izzuddin bin KH Ahmad Zahid Abdul Jamil dan Nyai Hj Nihayah binti KH Busyrol Karim. Sejak muda, almarhum tumbuh dan menempuh pendidikan di lingkungan pesantren sebelum melanjutkan studi di IAIN Walisongo Semarang.
Kepergian KH Adib meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar NU, para santri, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai ulama yang konsisten mengabdikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan kemaslahatan umat.











