Dalam peringatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Nurhidayah menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting untuk menjaga persatuan nasional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” kata Nurhidayah saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Lahir Pancasila.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimaknai sebagai ajang refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila, tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Nurhidayah juga menyoroti berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Dalam kondisi tersebut, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman moral dan arah bangsa.
“Pancasila juga merupakan jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus dibarengi dengan nilai moral yang kuat agar tidak kehilangan arah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Nurhidayah mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.
Upacara Hari Lahir Pancasila di Kotawaringin Barat diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), unsur TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kobar berharap peringatan tersebut dapat memperkuat semangat persatuan dan meningkatkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.











