SAMPIT – Kabar baik datang bagi petani rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir, kini harga rotan juga menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut membawa angin segar bagi masyarakat yang masih menggantungkan penghasilan dari hasil hutan nonkayu tersebut.
Kenaikan harga rotan mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah pedalaman Kotim. Mereka mengaku pendapatan dari hasil panen rotan meningkat dibanding beberapa tahun terakhir ketika harga komoditas itu sempat terpuruk.
Salah seorang petani rotan di Kotim mengungkapkan bahwa harga jual rotan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kenaikan tersebut membuat para petani kembali bersemangat untuk mengelola kebun dan mencari rotan di kawasan hutan.
“Kalau dibanding beberapa tahun lalu, sekarang harganya jauh lebih baik. Kami tentu senang karena hasil kerja kami mulai dihargai dengan layak,” ujarnya.
Membaiknya harga rotan juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat desa. Sejumlah pengepul mulai lebih aktif membeli hasil panen petani karena permintaan pasar yang meningkat.

Menurut para petani, selama harga rotan rendah, banyak warga memilih beralih profesi atau fokus pada sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan. Namun kondisi itu kini mulai berubah seiring membaiknya harga jual di tingkat petani.
“Dengan harga sekarang, kami lebih bersemangat memanen rotan. Penghasilan juga lebih membantu untuk kebutuhan keluarga,” kata seorang petani lainnya.
Kenaikan harga rotan tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di wilayah pedesaan. Aktivitas perdagangan hasil rotan meningkat, sementara para pengepul dan pelaku usaha pengolahan kembali memperoleh pasokan bahan baku yang lebih stabil.
Pemerhati sektor perkebunan dan kehutanan menilai tren positif tersebut perlu dijaga melalui dukungan pemerintah, terutama dalam hal pemasaran, pembinaan petani, serta penguatan akses pasar.
Masyarakat berharap harga rotan dapat bertahan pada level yang menguntungkan sehingga kesejahteraan petani terus meningkat. Setelah sebelumnya menikmati kenaikan harga sawit, petani kini kembali memiliki harapan baru dari sektor rotan yang selama ini menjadi salah satu komoditas andalan di pedalaman Kotawaringin Timur.
Membaiknya harga rotan di Kotim menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi masyarakat desa dan memperkuat peran komoditas hasil hutan sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







