Jaga Banua Perkuat Penanganan Kebakaran di Kobar

oleh
Bupati Kotawaringin Barat saat peluncuran Program Jaga Banua, Pangkalan Bun

Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) resmi meluncurkan Program Jaga Banua sebagai langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Program yang digagas melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) itu diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan warga sekaligus mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah Kobar.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, menegaskan bahwa Program Jaga Banua menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam membangun budaya sadar kebakaran di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga.

banner 336x280

Program ini merupakan langkah strategis yang dapat memberdayakan masyarakat, agar lebih peduli mencegah terjadinya kebakaran dan mampu mengambil langkah awal dalam menangani kebakaran,” ujar Nurhidayah saat peluncuran program di Pangkalan Bun.

Ia menambahkan, kehadiran Program Jaga Banua diharapkan dapat meningkatkan kecepatan tanggap terhadap laporan masyarakat sehingga potensi kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.

Program Jaga Banua merupakan pengembangan dari program pembentukan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) yang sebelumnya telah berjalan di Kobar. Melalui program ini, pemerintah daerah mendorong terbentuknya jaringan relawan berbasis masyarakat yang siap membantu upaya pencegahan maupun penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, menjelaskan bahwa Jaga Banua dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui Program Jaga Banua, kami ingin menghadirkan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran yang tidak hanya mengandalkan petugas pemadam, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai mitra utama,” kata Dwi Agus Suhartono.

banner 1200x630

Menurutnya, program tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan cepat. Implementasinya dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, pembentukan relawan di tingkat desa dan kelurahan, serta penguatan sistem komunikasi dan pelaporan kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap Program Jaga Banua mampu membangun sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun wilayah rawan kebakaran lainnya. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, program ini diharapkan menjadi fondasi menuju Kobar yang lebih aman, tangguh, dan bebas dari risiko kebakaran.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *