Kobar Angkat Budaya Borneo di JFC 2026

oleh
Kobar siap tampil di JFC 2026 dengan mengangkat kisah mistis dan budaya Borneo untuk memperkenalkan identitas daerah ke panggung nasional

Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, bersiap mencuri perhatian dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 melalui penampilan yang mengangkat kisah mistis dan kekayaan budaya Borneo. Daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji itu akan menampilkan konsep busana karnaval yang terinspirasi dari legenda, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Kalimantan.

Partisipasi Kobar dalam salah satu karnaval terbesar di Indonesia tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada publik nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah bersama tim kreatif telah menyiapkan konsep yang memadukan unsur seni, budaya, dan cerita rakyat yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

banner 336x280

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan bahwa tema yang diusung tidak sekadar menampilkan keindahan kostum, tetapi juga membawa pesan budaya yang kuat.

“Kami ingin memperkenalkan budaya dan cerita khas Borneo kepada masyarakat luas melalui panggung JFC. Ini menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kekayaan identitas daerah yang kami miliki,” ujarnya.

Konsep yang dipilih mengangkat nuansa mistis yang selama ini melekat dengan Pulau Kalimantan. Namun, unsur mistis tersebut dikemas sebagai bagian dari warisan budaya dan cerita rakyat yang memiliki nilai historis serta filosofis.

Tim kreatif Kobar juga menyiapkan berbagai ornamen khas yang merepresentasikan alam Borneo, mulai dari motif Dayak, simbol hutan tropis, hingga karakter yang terinspirasi dari legenda masyarakat setempat. Seluruh elemen tersebut akan dipadukan dalam rancangan kostum yang megah dan artistik.

Menurut perwakilan tim kreatif, keikutsertaan Kobar di JFC 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas promosi pariwisata daerah.

“Kami tidak hanya membawa kostum, tetapi juga membawa cerita. Setiap detail yang ditampilkan memiliki makna yang menggambarkan kekayaan budaya Borneo,” katanya.

Jember Fashion Carnaval dikenal sebagai ajang yang menghadirkan karya-karya kostum spektakuler dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran Kobar dengan tema budaya dan mistis Borneo diharapkan mampu memberikan warna baru sekaligus menarik perhatian para penonton dan pelaku industri kreatif nasional.

Selain memperkuat promosi budaya, keikutsertaan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kotawaringin Barat. Pemerintah daerah optimistis panggung JFC 2026 akan menjadi etalase efektif untuk memperkenalkan potensi budaya Borneo kepada khalayak yang lebih luas.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.