Warga dan Agro Indomas Nyaris Bentrok di Lahan Sengketa Sebabi

oleh
Sengketa lahan Sebabi memanas. Warga adat dan PT Agro Indomas berhadap-hadapan di area perkebunan sawit, polisi turun mengamankan situasi.
Sampit – Ketegangan sengketa lahan antara warga Desa Sebabi dan PT Agro Indomas kembali memanas. Sabtu (20/6/2026), kedua pihak berhadap-hadapan di area portal perkebunan sawit milik perusahaan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Meski tidak sampai terjadi bentrokan fisik, situasi di lapangan berlangsung tegang dan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Sengketa lahan Sebabi yang telah berlangsung bertahun-tahun itu kembali menjadi sorotan setelah gugatan warga sebelumnya kandas di Pengadilan Negeri Sampit.

Sejak pagi, ratusan warga yang tergabung dalam Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dayak Desa Sebabi mendatangi lokasi yang mereka klaim sebagai bagian dari tanah ulayat. Di sisi lain, pihak PT Agro Indomas mempertahankan pendiriannya bahwa penguasaan lahan telah dilakukan secara sah melalui proses pembebasan lahan dan pemberian ganti rugi sejak lebih dari dua dekade lalu.

Aparat kepolisian terlihat membentuk barikade di antara kedua kelompok untuk mencegah terjadinya gesekan. Puluhan personel keamanan perusahaan juga berjaga di akses masuk perkebunan.

Koordinator aksi warga, Erko Mojra, menegaskan kehadiran masyarakat adat di lokasi merupakan bentuk perjuangan mempertahankan hak atas tanah yang mereka yakini masih menjadi milik komunitas adat.

Kami datang untuk memperjuangkan hak masyarakat adat yang selama ini kami yakini belum mendapatkan keadilan,” ujarnya di hadapan massa.

Warga membawa berbagai tuntutan dan membentangkan spanduk di sekitar lokasi. Sebagian peserta aksi mengenakan atribut adat Dayak sebagai simbol perjuangan mempertahankan tanah ulayat.

Sementara itu, pihak perusahaan tetap berpegang pada dokumen dan proses yang menurut mereka telah sesuai ketentuan hukum. Perusahaan menilai seluruh tahapan penguasaan lahan dilakukan melalui mekanisme yang sah dan telah disertai kompensasi kepada pihak yang berhak.

Di tengah ketegangan tersebut, aparat keamanan terus mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri. Polisi memastikan situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi benturan fisik yang dapat merugikan semua pihak.

Kami meminta seluruh pihak menjaga ketertiban dan mengedepankan penyelesaian sesuai jalur hukum yang berlaku,” ujar salah satu petugas pengamanan di lokasi.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.