Kotawaringin Barat– Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua guru perempuan menggegerkan warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada Minggu malam, 21 Juni 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Ahmad Yani, kawasan dekat lapangan futsal arah Patung Tani, Kecamatan Pangkalan Lada itu sempat memunculkan kabar bahwa kedua korban meninggal dunia. Namun, polisi memastikan informasi tersebut tidak benar. Kedua korban masih hidup dan saat ini menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka parah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial A (Amelia) dan M (Melinda) diketahui berprofesi sebagai tenaga pendidik. Saat kejadian, keduanya mengendarai sepeda motor dari arah Pangkalan Bun menuju kawasan Astra.
Di tengah perjalanan, sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk roda enam yang sedang mogok di badan jalan. Diduga, minimnya jarak pandang pada malam hari serta posisi kendaraan yang berhenti di ruas jalan membuat pengendara tidak sempat menghindari tabrakan.
Benturan keras menyebabkan kedua korban terlempar ke aspal dan mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan sebelum petugas datang.
Insiden tersebut sempat menimbulkan kepanikan. Sejumlah warga yang melihat kondisi korban mengira keduanya telah meninggal dunia. Informasi itu pun cepat menyebar melalui percakapan warga dan media sosial.
Namun, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi terkait kondisi korban.
“Tidak, korban masih dirawat. Keduanya mengalami luka-luka,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Kotawaringin Barat, Ipda Ignatius, Senin (22/6/2026).
Setelah dievakuasi dari lokasi kecelakaan, kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Senin pagi, kondisi keduanya masih dalam pemantauan tim dokter.
Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat karena kedua korban merupakan guru yang sehari-hari bertugas mendidik anak-anak di wilayah Kotawaringin Barat. Rekan kerja dan warga sekitar pun menyampaikan keprihatinan serta doa agar keduanya segera pulih.
Sementara itu, Satlantas Polres Kotawaringin Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Polisi juga mendalami kondisi kendaraan yang mogok di badan jalan, termasuk keberadaan rambu atau tanda peringatan yang seharusnya dipasang untuk mengantisipasi kecelakaan.
Kepolisian mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari ketika jarak pandang berkurang dan risiko kecelakaan meningkat.
“Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tegas Ipda Ignatius.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










