FS Kereta Api Palangka Raya–Banjarmasin Rampung, Proyek Strategis Masuki Tahap Berikutnya

oleh
FS Kereta Api Palangka Raya–Banjarmasin telah rampung. Dishub Kalteng menyiapkan tahapan lanjutan proyek strategis untuk memperkuat konektivitas Kalimantan.

PALANGKA RAYA – Harapan masyarakat Kalimantan untuk segera memiliki jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan semakin mendekati kenyataan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Tengah memastikan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan proyek Kereta Api Palangka Raya–Banjarmasin telah dituntaskan, sehingga menjadi pijakan penting sebelum proyek memasuki tahapan lanjutan.

Rampungnya studi kelayakan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan moda transportasi massal yang selama ini dinantikan. Jalur kereta api ini diproyeksikan memperkuat konektivitas antarprovinsi, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Kalimantan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa penyelesaian FS merupakan bagian penting dalam proses perencanaan proyek infrastruktur berskala besar. Dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat dalam menentukan langkah lanjutan menuju penyusunan desain teknis dan pelaksanaan pembangunan.

Feasibility Study sudah selesai. Ini menjadi dasar untuk melanjutkan tahapan berikutnya dalam proses pembangunan jalur kereta api Palangka Raya–Banjarmasin,” ujarnya.

Selain studi kelayakan, pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sinergi lintas daerah dinilai penting agar seluruh tahapan perencanaan dapat berjalan sesuai target.

Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan.

Jalur kereta api Palangka Raya–Banjarmasin dirancang untuk mendukung mobilitas penumpang sekaligus angkutan barang. Dengan tersedianya jalur rel yang terintegrasi, biaya logistik diperkirakan dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing berbagai komoditas unggulan dari Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, proyek ini juga diharapkan membuka peluang investasi baru, mempercepat distribusi hasil perkebunan, pertambangan, hingga sektor perdagangan antardaerah.

Proses perencanaan tidak berhenti pada penyelesaian studi kelayakan. Pemerintah kini mengarahkan fokus pada tahapan teknis berikutnya, termasuk penyempurnaan desain, sinkronisasi lintas instansi, serta pemenuhan berbagai persyaratan administrasi sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar proses selanjutnya dapat berjalan sesuai rencana,” kata pihak Dishub.

Pembangunan jalur kereta api ini menjadi salah satu proyek strategis yang telah lama diusulkan sebagai solusi transportasi modern di Pulau Kalimantan. Kehadiran jaringan rel diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Selain memberikan manfaat ekonomi, proyek tersebut juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan, terutama antara Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dengan Banjarmasin yang menjadi pusat kegiatan ekonomi di Kalimantan Selatan.

 

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *