Palangka Raya – Persoalan RSUD Doris Sylvanus over kapasitas kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menilai membeludaknya jumlah pasien di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut bukan semata-mata disebabkan keterbatasan fasilitas, melainkan karena sistem dan alur rujukan pelayanan kesehatan yang belum berjalan optimal.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Doris Sylvanus, Gubernur menemukan kondisi pelayanan yang dipadati pasien, bahkan sejumlah ruang perawatan telah melebihi kapasitas ideal. Kondisi itu dinilai perlu segera dibenahi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.
Menurut Agustiar Sabran, rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Tengah seharusnya hanya menangani pasien yang memang membutuhkan pelayanan spesialistik dan lanjutan. Namun dalam praktiknya, masih banyak pasien yang sebenarnya dapat ditangani di rumah sakit kabupaten maupun kota, tetapi langsung dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus.
“Persoalan utamanya bukan hanya kapasitas rumah sakit, tetapi alur rujukan yang harus dibenahi. Jangan semua pasien langsung dibawa ke RSUD Doris Sylvanus,” tegas Agustiar Sabran saat meninjau pelayanan rumah sakit.
Ia menjelaskan, sistem rujukan berjenjang harus dijalankan secara konsisten agar pelayanan kesehatan lebih merata. Dengan demikian, rumah sakit daerah juga dapat berperan optimal sesuai kompetensinya, sementara RSUD Doris Sylvanus dapat lebih fokus menangani kasus-kasus yang memang memerlukan penanganan tingkat lanjut.
Selain mengevaluasi sistem rujukan, Gubernur juga meminta seluruh jajaran manajemen rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat yang datang dalam kondisi membutuhkan penanganan cepat.
Dalam sidak tersebut, Agustiar turut melihat langsung aktivitas pelayanan di sejumlah ruang perawatan dan berdialog dengan tenaga kesehatan. Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia di RSUD Doris Sylvanus agar kualitas layanan semakin baik.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan berkualitas. Semua pihak harus bersama-sama memperbaiki sistem agar pelayanan menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar beban pelayanan di rumah sakit rujukan provinsi dapat berkurang sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Dengan pembenahan sistem rujukan dan peningkatan kapasitas layanan di daerah, diharapkan persoalan RSUD Doris Sylvanus over kapasitas dapat diatasi secara bertahap. Pemerintah optimistis pemerataan pelayanan kesehatan akan menciptakan sistem yang lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








