Sampit– Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan HM Arsyad, kawasan Dusun Belanti, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebuah mobil pikap dan sepeda motor terlibat tabrakan keras di tikungan yang dikenal rawan kecelakaan. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia, sementara aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut dan menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengendara saat melintasi tikungan Belanti yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika mobil pikap dan sepeda motor bertemu di ruas Jalan HM Arsyad, tepatnya di kawasan Dusun Belanti. Benturan yang terjadi begitu keras hingga menyebabkan sepeda motor mengalami kerusakan parah, sedangkan korban mengalami luka berat yang berujung meninggal dunia.
Petugas Satlantas Polres Kotawaringin Timur bersama personel terkait segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan karena proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Kasat Lalu Polres Kotawaringin Timur (Kotim) AKP Hariyanto, SH menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui kronologi secara utuh.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar AKP Hariyanto.
Selain meminta keterangan saksi, polisi juga melakukan olah TKP serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintasi Jalan HM Arsyad, khususnya di kawasan tikungan Belanti yang memiliki karakter jalan menikung dan membutuhkan konsentrasi penuh dari setiap pengendara.
AKP Hariyanto juga mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengurangi kecepatan saat memasuki tikungan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan,” tegasnya.
Warga sekitar menyebut lokasi tersebut memang beberapa kali menjadi titik terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kondisi tikungan yang cukup tajam ditambah kecepatan kendaraan yang tidak terkendali kerap menjadi faktor yang meningkatkan risiko tabrakan.
Masyarakat berharap adanya peningkatan rambu peringatan maupun langkah antisipasi lain agar kejadian serupa tidak terus berulang. Selain perbaikan fasilitas keselamatan jalan, kesadaran pengendara dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian pengemudi maupun kondisi jalan saat kejadian berlangsung. Identitas korban dan seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







