Pengakuan Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan Terungkap

oleh
Pengakuan pelaku penyerangan polisi di Katingan mengungkap penggunaan tombak, pembakaran mobil polisi, dan penemuan empat senjata api rakitan.-Ilustrasi-

Katingan – Pengakuan salah seorang pelaku penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan mulai mengungkap fakta di balik tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel kepolisian saat operasi penggerebekan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Dalam pemeriksaan penyidik, pelaku berinisial Y mengakui terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aparat yang tengah menjalankan tugas. Ia juga mengaku ikut membakar kendaraan dinas polisi setelah bentrokan terjadi. Selain itu, petugas menemukan empat pucuk senjata api rakitan yang diduga berkaitan dengan kelompok pelaku.

Peristiwa penyerangan terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika. Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan dari sejumlah orang di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, Y mengaku melihat penggunaan tombak dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian. Senjata tradisional tersebut bahkan diarahkan langsung ke tubuh salah satu personel yang sedang bertugas.

Saya ikut membakar mobil yang membawa anggota Satresnarkoba,” ujar Y kepada penyidik.

Selain keterlibatan dalam pembakaran kendaraan, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam aksi kekerasan yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri. Polisi menduga penyerangan dilakukan secara bersama-sama sehingga proses penyidikan terus dikembangkan.

Dalam pengembangan kasus, aparat gabungan berhasil mengamankan empat pucuk senjata api rakitan dari lokasi kejadian maupun hasil penyelidikan lanjutan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kelompok pelaku telah mempersiapkan diri untuk melakukan perlawanan terhadap aparat.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Polisi juga menelusuri asal-usul senjata rakitan tersebut serta kemungkinan adanya jaringan yang memasok atau memproduksinya.

Selain senjata api rakitan, penyidik turut mengamankan berbagai barang bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa penyerangan, termasuk kendaraan yang dibakar dan sejumlah alat yang digunakan saat bentrokan.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa penyidik masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Ia memastikan aparat akan mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap.

Menurutnya, penyidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap rangkaian peristiwa, termasuk peran masing-masing tersangka dalam aksi penyerangan tersebut.

Penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap seluruh pelaku dan memastikan setiap pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menewaskan tiga anggota Polres Katingan saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Aparat berharap pengungkapan perkara secara menyeluruh dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mengungkap jaringan yang berada di balik aksi penyerangan tersebut.

Dengan bertambahnya alat bukti dan keterangan para tersangka, penyidik optimistis seluruh rangkaian peristiwa dapat direkonstruksi secara utuh. Kasus penyerangan polisi di Katingan kini menjadi fokus penanganan aparat, termasuk penelusuran kepemilikan senjata rakitan dan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya dalam jaringan peredaran narkoba maupun aksi kekerasan terhadap aparat negara.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.