BUNTOK – Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Khristianto Yudha menegaskan bahwa Ritual Wara Nyalimat merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang sangat tinggi. Karena itu, tradisi adat tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelaksanaan Ritual Wara Nyalimat di Kabupaten Barito Selatan, Minggu (12/7). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai mampu mempertahankan tradisi dan budaya leluhur hingga tetap hidup dan dijalankan sampai sekarang. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Dayak di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Khristianto Yudha menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ritual Wara Nyalimat merupakan warisan leluhur yang harus terus kita lestarikan. Tradisi ini adalah bagian dari identitas masyarakat Barito Selatan yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Khristianto Yudha.
Ia menjelaskan, ritual adat tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur atas kehidupan, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diwariskan kepada masyarakat hingga saat ini.
Menurutnya, keberadaan tradisi lokal seperti Wara Nyalimat menjadi kekayaan budaya yang harus terus dipelihara agar tetap hidup di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Wabup juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal, memahami, dan ikut menjaga tradisi adat sebagai bagian dari jati diri daerah.
“Saya berharap generasi muda tidak hanya mengetahui keberadaan ritual ini, tetapi juga ikut menjaga, mempelajari, dan melestarikannya agar tetap diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang,” katanya.
Ia menilai pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat, melainkan memerlukan dukungan bersama dari pemerintah, masyarakat, lembaga adat, hingga kalangan pendidikan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, nilai-nilai budaya lokal diyakini akan tetap terjaga sekaligus mampu memperkuat karakter masyarakat yang berakar pada kearifan lokal.
Pelaksanaan Ritual Wara Nyalimat juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat. Berbagai unsur masyarakat hadir mengikuti rangkaian prosesi adat yang berlangsung dengan penuh khidmat.
Selain memiliki nilai spiritual, ritual tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus memperkenalkan budaya Dayak kepada generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan adat dan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas daerah.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











