Pangkalan Bun – Seorang petugas keamanan (security) perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengalami luka serius setelah diserang seekor buaya saat mencari ikan di sungai.
Korban diketahui bernama Demas, yang bekerja sebagai security di basecamp PT SINP/PBNA, anak perusahaan Astra Agro Lestari Group. Peristiwa tersebut terjadi di Sungai Jampau pada Jumat (17/7/2026).
Insiden bermula ketika korban memanfaatkan waktu luang untuk mencari ikan di sungai yang berada di sekitar area perusahaan. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyerang korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas mencari ikan di sungai memang kerap dilakukan oleh pekerja maupun warga sekitar. Namun, kondisi berubah drastis ketika buaya tiba-tiba muncul dan menerkam korban.
Serangan tersebut menyebabkan Demas mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Ia kemudian berhasil diselamatkan oleh rekan kerja dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang saksi menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
“Korban sedang mencari ikan, tiba-tiba buaya langsung menyerang. Kami yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan,” ujar saksi.
Korban selanjutnya dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan perairan di Kabupaten Kotawaringin Barat masih menjadi habitat alami buaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serangan buaya terhadap warga maupun pekerja masih sering terjadi, terutama di wilayah sungai yang berbatasan dengan hutan dan perkebunan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, baik untuk mencari ikan, mandi, maupun mengambil air.
Seorang petugas mengingatkan agar warga tidak lengah ketika berada di wilayah yang menjadi habitat satwa liar tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di sungai yang diketahui menjadi habitat buaya, terutama pada waktu-waktu yang rawan,” katanya.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas sendirian di kawasan sungai serta segera melapor jika melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman atau area perkebunan.
Serangan buaya di wilayah Kotawaringin Barat bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah warga juga menjadi korban saat beraktivitas di bantaran Sungai Arut maupun sungai lainnya.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








