Kabut Asap Ancam Kesehatan, Wali Kota Palangka Raya Minta Sekolah Batasi Aktivitas Luar Ruangan

oleh
Kabut asap mulai menyelimuti Palangka Raya. Wali Kota Farid Naparin meminta sekolah membatasi aktivitas luar ruangan untuk melindungi kesehatan siswa.

Palangka Raya – Kabut asap mulai menyelimuti Kota Palangka Raya seiring meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Untuk melindungi kesehatan para pelajar, Wali Kota Palangka Raya Farid Naparin meminta seluruh sekolah membatasi kegiatan belajar yang dilakukan di luar ruangan.

Kebijakan ini diambil agar siswa, guru, dan seluruh warga sekolah tidak terlalu lama terpapar udara yang kualitasnya mulai menurun. Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Farid Naparin mengatakan kesehatan peserta didik harus menjadi perhatian utama. Karena itu, sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi cuaca dan kualitas udara yang ada saat ini.

Sekolah diminta membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan peserta didik. Keselamatan anak-anak adalah yang utama,” kata Farid Naparin.

Meski begitu, ia memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Sekolah hanya diminta memindahkan kegiatan yang biasanya dilakukan di luar ruangan ke dalam kelas atau ruang tertutup yang lebih aman dari paparan asap.

Imbauan tersebut juga berlaku untuk pelajaran olahraga. Jika kualitas udara tidak memungkinkan, guru diminta mengubah metode pembelajaran agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran tanpa harus beraktivitas di luar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan sekolah diberi keleluasaan untuk menyesuaikan kegiatan belajar sesuai kondisi di lapangan.

Proses pembelajaran tetap berlangsung. Untuk mata pelajaran olahraga, sekolah diminta menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan memanfaatkan ruang tertutup atau di dalam ruangan, sehingga aktivitas belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik,” ujar Jayani.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, pihak sekolah juga diminta mengingatkan siswa agar selalu memakai masker ketika harus keluar kelas. Siswa juga dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan diri agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H. Riduan, memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit telah bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Kami sudah menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk obat-obatan dan masker, untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA jika kualitas udara terus menurun,” jelas Riduan.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kualitas udara setiap hari. Jika kondisi kabut asap semakin parah, pemerintah akan mengambil langkah lanjutan untuk melindungi masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.