Palangka Raya– Pencarian remaja tenggelam di Sungai Kahayan, Muhammad Kaspi Rosadi (14), hingga Minggu (9/8/2026) pukul 17.30 WIB belum membuahkan hasil. Tim gabungan masih menyisir kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, tepatnya di sekitar Pelabuhan Rambang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Tim pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta Emergency Response Palangka Raya. Mereka terus berupaya menemukan korban yang dilaporkan tenggelam di sungai tersebut.
Namun, proses pencarian menghadapi kendala lain di lapangan. Ratusan warga mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung proses pencarian. Kerumunan itu membuat ruang gerak petugas menjadi semakin terbatas.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga dari berbagai usia memadati tepian Sungai Kahayan. Sebagian bahkan berdiri hingga sangat dekat dengan bibir sungai yang memiliki kontur tanah miring dan labil.
Kondisi tersebut menyulitkan petugas ketika harus memobilisasi perahu karet maupun peralatan pencarian menuju tepian sungai. Petugas juga harus memastikan warga tidak masuk ke area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya, Yustinus Exaudi, meminta masyarakat memberikan ruang kepada tim gabungan agar proses pencarian dapat berjalan maksimal.
“Kami sangat memahami empati masyarakat yang ingin melihat. Namun ini adalah lokasi musibah dengan risiko tinggi. Membludaknya warga membuat tim di lapangan kesulitan bergerak dengan leluasa. Kami membutuhkan ruang untuk melakukan evakuasi secara cepat,” ujar Yustinus di lokasi, Minggu sore.
Selain menghambat operasi pencarian, keberadaan warga dalam jumlah besar juga meningkatkan risiko kecelakaan baru. Sejumlah warga terlihat berjongkok atau duduk di tanah liat yang berada di bibir sungai untuk mendapatkan pandangan lebih jelas ke arah lokasi pencarian.
Garis polisi yang dipasang aparat pun belum sepenuhnya dipatuhi. Beberapa warga masih terlihat melintasi hingga berada di sekitar garis pembatas tersebut.
Yustinus menegaskan, keselamatan masyarakat di sekitar lokasi juga menjadi perhatian utama petugas. Tepian Sungai Kahayan di kawasan tersebut memiliki kondisi tanah yang labil dan berpotensi longsor jika menanggung beban terlalu banyak orang.
“Kami sangat khawatir akan ada penambahan korban jiwa. Tolong hargai garis polisi yang sudah dipasang. Posisi warga yang berada tepat di bibir sungai yang labil itu sangat berbahaya, sementara arus di bawah cukup kuat,” tegasnya.
Pihak kelurahan bersama kepolisian kemudian terus memberikan imbauan menggunakan pengeras suara. Warga diminta mundur dari garis polisi dan menjauh dari bibir sungai agar tidak membahayakan diri sendiri maupun mengganggu proses pencarian.
Memasuki pergantian waktu terang menuju gelap, pencarian korban sementara dihentikan. Meski demikian, tim bersama ambulans tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi dan bersiap melanjutkan penanganan apabila korban ditemukan.
Hingga pencarian dihentikan sementara, remaja tenggelam di Sungai Kahayan, Muhammad Kaspi Rosadi, belum ditemukan. Tim gabungan akan terus melakukan upaya pencarian dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan petugas dan masyarakat di sekitar lokasi.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







