KUALA KAPUAS – Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu (7/6/2026). Hingga sore hari, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh warga bersama aparat terkait.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan siswa kelas 4 sekolah dasar (SD) sebelumnya berenang bersama sejumlah temannya di Sungai Kapuas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima dari Camat Kapuas Hulu setelah warga melaporkan hilangnya seorang anak di kawasan sungai.
“Benar, berdasarkan laporan Camat Kapuas Hulu, korban diketahui seorang siswa kelas 4 sekolah dasar,” kata Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas.
Sebelum kejadian, korban diketahui berenang bersama beberapa rekannya di Sungai Kapuas. Setelah selesai berenang, korban sempat naik ke daratan dan terlihat dalam kondisi kelelahan.

Teman-teman korban kemudian melihatnya duduk di tepi sungai. Namun beberapa saat kemudian, saat mereka kembali menoleh ke arah korban, bocah tersebut sudah tidak berada di lokasi.
Menyadari korban menghilang, teman-temannya langsung melakukan pencarian di sekitar area daratan. Upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga mereka segera melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban.
Warga bersama keluarga kemudian bergerak mencari korban di sekitar lokasi kejadian, baik di tepian sungai maupun di perairan Sungai Kapuas. Aparat setempat dan unsur terkait juga ikut membantu proses pencarian.
“Hingga pukul 14.30 WIB, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh warga serta pihak terkait di sekitar lokasi kejadian,” ujar Pangeran.
Hilangnya bocah tersebut mengundang perhatian masyarakat setempat. Sejumlah warga turut membantu menyisir area sungai dengan harapan korban segera ditemukan.
Pihak keluarga masih menunggu hasil pencarian yang dilakukan secara intensif. Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak yang berenang tanpa pengawasan orang dewasa.
Kasus bocah 11 tahun diduga tenggelam di Sungai Kapuas ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak saat bermain di kawasan perairan. Hingga berita ini ditulis, proses pencarian korban masih terus berlangsung.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







