Waspada Beras Palsu, Warga Sampit Diimbau Hati-Hati

oleh
Plt Kepala DKUKMPP Kotim Muslih

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya modus penjualan beras palsu keliling yang belakangan meresahkan warga di Kota Sampit. Pelaku diduga menawarkan beras dengan harga murah dari rumah ke rumah, namun barang yang diterima pembeli tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih, mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur harga murah yang ditawarkan pedagang tidak dikenal.

banner 336x280

“Lebih baik datang ke toko-toko resmi yang memang menjual berasnya, dilihat barangnya, harganya, baru dibeli,” kata Muslih di Sampit, Selasa.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul sejumlah laporan dugaan penipuan beras palsu yang terjadi di beberapa kawasan Kota Sampit, seperti Jalan Kenan Sandan, Jalan Haji Imran, hingga Gang Gudang Kuning. Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi. Mereka terlebih dahulu menunjukkan sampel beras berkualitas baik kepada calon pembeli, lalu mengirim karung berbeda yang ternyata berisi pasir dengan sedikit beras di bagian atas.

Muslih menilai pola penjualan seperti itu kini mulai marak dan perlu menjadi perhatian serius masyarakat. Ia meminta warga lebih berhati-hati ketika bertransaksi dengan pedagang keliling yang menawarkan harga jauh di bawah pasaran.

“Saat ini mungkin lebih marak menawarkan beras-beras murah, datang ke rumah tapi kemudian nanti yang dikirim bukan beras yang ditawarkan. Jadi kami dari dinas dan pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat hati-hati dalam bertransaksi,” ujarnya.

DKUKMPP Kotim juga berkomitmen menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penipuan tersebut. Pihaknya akan mengumpulkan informasi dari para korban untuk mengetahui lokasi kejadian dan identitas pelaku.

banner 1200x630

“Kalau memang ada pedagang khusus dan orang yang dikenal di mana lokasinya, akan segera kita proses,” tegas Muslih.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban rata-rata mengalami kerugian ratusan ribu rupiah. Salah satu korban bahkan membeli puluhan kilogram beras setelah tergiur harga murah yang ditawarkan pelaku. Namun setelah karung dibuka, sebagian besar isinya ternyata pasir.

Pemerintah daerah juga meminta masyarakat yang menjadi korban segera melapor ke kepolisian. Laporan tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyelidikan sekaligus mencegah munculnya korban baru.

Muslih menambahkan, ciri-ciri pelaku yang disampaikan para korban memiliki kemiripan sehingga diduga dilakukan oleh orang yang sama. Karena itu, kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan agar pelaku segera terungkap.

Di tengah maraknya kasus penipuan berkedok penjualan beras murah, warga diimbau tetap membeli kebutuhan pokok dari toko atau pedagang terpercaya. Langkah itu menjadi cara paling aman untuk menghindari kerugian akibat modus beras palsu keliling yang kini meresahkan masyarakat Sampit.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *