Bhayu Rhama Usung Visi UPR Mendunia Berbasis Huma Betang

oleh
Prof. Bhayu Rhama usung visi UPR mendunia berbasis Huma Betang dengan fokus akreditasi unggul, riset inovatif, dan daya saing global.

PALANGKA RAYA – Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, memaparkan visi besar untuk membawa UPR menjadi perguruan tinggi berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal Kalimantan Tengah. Gagasan tersebut disampaikan dalam agenda sosialisasi pemilihan rektor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR, Kamis (18/6).

Dalam pemaparannya, Dekan FISIP UPR itu menegaskan bahwa pengembangan kampus harus mampu menggabungkan kearifan lokal Huma Betang dengan standar pendidikan tinggi internasional. Menurutnya, UPR memiliki potensi besar untuk tampil sebagai kampus unggulan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Visi misi kami memiliki tagline World-class Impact and Global Recognition, artinya kita akan mewujudkan perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Bhayu.

Ia menjelaskan, visi tersebut lahir dari hasil evaluasi terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi UPR. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi jaringan listrik yang belum optimal, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Visi misi saya berangkat dari beberapa tantangan yang ada di Universitas Palangka Raya, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran yang terbatas, serta keterbatasan sumber daya manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Bhayu menyiapkan sejumlah program prioritas. Salah satu target utamanya adalah meraih akreditasi unggul bagi UPR dalam empat tahun ke depan. Selain itu, ia berencana melakukan renovasi berbagai fasilitas kampus, memperbaiki ruang dosen, hingga meningkatkan kualitas jaringan internet di lingkungan universitas.

Tidak hanya fokus pada pembenahan internal, Prof. Bhayu juga ingin memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri. Ia mendorong pengembangan riset aplikatif melalui konsep living laboratory yang terhubung dengan sektor strategis Kalimantan Tengah seperti perkebunan sawit, pertambangan, dan pengelolaan gambut.

Untuk riset dan inovasi, kita akan membuat miniatur industri atau living laboratory untuk mengembangkan industri lokal seperti sawit, pertambangan, dan pusat studi gambut,” jelasnya.

Selain itu, ia berkomitmen membangun kampus yang inklusif dengan menghadirkan layanan disabilitas, ruang terbuka hijau, serta layanan kesehatan yang mudah diakses mahasiswa. Melalui delapan program prioritas, termasuk Smart Campus, carbon trading, dan English Zone, Prof. Bhayu optimistis dapat membawa UPR menjadi kampus modern, mandiri, dan diakui di tingkat global dengan tetap berakar pada filosofi Huma Betang.

Visi UPR mendunia berbasis Huma Betang yang diusung Prof. Bhayu Rhama menjadi salah satu gagasan yang menarik perhatian dalam kontestasi pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030. Dengan fokus pada peningkatan mutu akademik, penguatan riset, modernisasi kampus, serta pelestarian nilai lokal, ia menargetkan UPR mampu menjadi universitas unggulan yang berkontribusi nyata bagi Kalimantan Tengah dan dunia.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.