Tiga Jembatan Desa Rampung Direhabilitasi

oleh
Tiga jembatan di Barito Timur rampung direhabilitasi PUPR-Perkim menggunakan kayu ulin untuk meningkatkan akses, mobilitas, dan perekonomian masyarakat.

Tamiang Layang– Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)-Perkim menuntaskan rehabilitasi tiga jembatan di sejumlah desa sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Proyek yang didanai melalui anggaran UPR Jembatan Tahun 2026 tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.

Peningkatan infrastruktur masih menjadi salah satu fokus pembangunan di Kabupaten Barito Timur. Tahun ini, pemerintah daerah menyelesaikan rehabilitasi tiga jembatan yang berada di Desa Ampari, Desa Danau, dan Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang.

Seluruh pekerjaan rehabilitasi telah selesai dikerjakan dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen. Ketiga jembatan tersebut dibangun menggunakan material kayu ulin yang dikenal memiliki daya tahan tinggi sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Perkim Barito Timur, Hewuyanto, memastikan seluruh proyek telah rampung sesuai target yang ditetapkan.

Jembatan yang baru direhab dan sudah selesai 100 persen tuntas, Desa Ampari, Desa Danau dan Desa Janah Mansiwui dan semuanya berbahan kayu ulin dari anggaran UPR Jembatan Tahun 2026,” ujar Hewuyanto, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga mempercepat perjalanan antarpermukiman yang selama ini bergantung pada kondisi infrastruktur.

Rehabilitasi jembatan juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur dasar di kawasan pedesaan. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

Hewuyanto menegaskan bahwa manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dari sisi transportasi, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kecamatan Awang dan sekitarnya, memperlancar mobilitas penduduk, dan meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.

Selain memperlancar arus lalu lintas warga, keberadaan jembatan yang telah direhabilitasi juga diyakini mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jembatan yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas.

Pemerintah berharap infrastruktur yang semakin baik akan membuka akses lebih luas bagi masyarakat menuju pusat pelayanan publik, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pasar tradisional. Kemudahan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Barito Timur.

Program rehabilitasi jembatan ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga konektivitas antarwilayah desa. Infrastruktur yang memadai menjadi fondasi utama dalam mempercepat pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *