Karhutla Dekat Bandara Sampit Meluas, Diduga Sengaja Dibakar

oleh
Karhutla dekat Bandara H Asan Sampit meluas hingga empat hektare. BPBD Kotim menduga kebakaran dipicu unsur kesengajaan dan terus melakukan pemadaman.

Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas hingga mencapai sekitar empat hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur menduga kebakaran tersebut dipicu unsur kesengajaan karena tidak ditemukan faktor alam maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya api.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan terbatas (restricted area) yang berdekatan dengan bandara, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan dan operasional penerbangan apabila api maupun asap terus meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan dugaan sementara mengarah pada tindakan pembakaran secara sengaja. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran secara alami maupun akibat kegiatan tertentu.

Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada,” ujar Multazam.

Api pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7) dengan luas sekitar dua hektare. Tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman. Namun, ketika dilakukan pemantauan kembali keesokan harinya, kobaran api justru meluas hingga dua hektare tambahan sehingga total area terdampak diperkirakan mencapai empat hektare.

BPBD bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan para relawan terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas ke kawasan yang lebih dekat dengan fasilitas bandara.

Upaya pemadaman dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan. Selain keterbatasan personel dan peralatan pada hari pertama, karakteristik lahan gambut yang sangat kering membuat api cepat merambat hingga ke lapisan bawah tanah.

Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya sumber air di sekitar lokasi. Petugas bahkan harus membentangkan selang sepanjang kurang lebih 150 meter untuk menjangkau titik pengambilan air sehingga proses pemadaman berlangsung lebih lambat.

Kendalanya air untuk pemadaman sangat terbatas. Kami harus membentang selang sekitar 150 meter untuk menjangkau sumber air,” kata Multazam.

Menurut BPBD, tinggi muka air tanah di lokasi kebakaran telah mencapai sekitar minus 60 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan lahan gambut menjadi sangat mudah terbakar dan menyulitkan proses pembasahan secara menyeluruh.

Karena itu, fokus utama tim gabungan saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga membatasi penyebarannya agar tidak merembet ke area lain yang lebih luas maupun mendekati kawasan strategis Bandara H Asan Sampit.

Kita upayakan pemadaman semaksimal mungkin hari ini. Kalau belum bisa padam seluruhnya, paling tidak perluasannya bisa kita blokir sehingga api tidak semakin meluas,” tegas Multazam.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.