Bantahan Desa Tumbang Kalemei: Warga Tak Serang Polisi Saat Penggerebekan

oleh
Pemerintah Desa Tumbang Kalemei membantah warga menyerang polisi saat penggerebekan terduga bandar sabu di Katingan. Perlawanan disebut hanya dari keluarga target.

Katingan– Pemerintah Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, membantah informasi yang menyebut warga setempat ikut menyerang aparat kepolisian saat penggerebekan terduga bandar sabu yang berujung tewasnya seorang warga dan Personel Satresnarkoba Polres Katingan.

Pemerintah desa menegaskan, perlawanan dalam operasi tersebut hanya dilakukan oleh keluarga terduga pengedar narkoba yang menjadi target penggerebekan. Sementara itu, warga lainnya justru memilih bertahan di dalam rumah karena takut dengan situasi yang mencekam akibat terdengarnya suara tembakan.

Kasi Pemerintahan Desa Tumbang Kalemei, Yerlin, meluruskan berbagai informasi yang berkembang setelah insiden penggerebekan yang menyita perhatian publik tersebut. Menurutnya, masyarakat umum tidak terlibat dalam penyerangan terhadap aparat kepolisian sebagaimana kabar yang beredar di sejumlah kanal informasi.

Yang melakukan perlawanan hanya keluarga dari terduga pengedar narkoba. Warga yang lain justru mengunci rumah karena takut mendengar suara tembakan saat kejadian berlangsung,” ujar Yerlin.

Ia menjelaskan, situasi saat penggerebekan berlangsung membuat masyarakat memilih menghindari lokasi kejadian demi keselamatan diri dan keluarga. Kondisi yang berlangsung pada malam hingga dini hari itu membuat sebagian besar warga tidak mengetahui secara pasti kronologi operasi penegakan hukum tersebut.

Yerlin mengaku dirinya baru mengetahui adanya insiden tersebut menjelang waktu subuh. Informasi pertama yang diterimanya berasal dari laporan warga setelah suasana mulai kondusif.

Saya baru mengetahui kejadian itu saat subuh. Jadi, masyarakat tidak ikut menyerang polisi seperti yang diberitakan. Mereka hanya berada di rumah karena takut dengan kondisi saat itu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan dari pihak pemerintah desa di tengah berkembangnya berbagai informasi mengenai penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Menurut pemerintah desa, penting untuk meluruskan informasi agar tidak muncul kesalahpahaman yang dapat merugikan masyarakat secara luas.

Peristiwa penggerebekan itu sendiri berakhir tragis. Operasi yang dilakukan aparat Satresnarkoba Polres Katingan mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Di sisi lain, Personel kepolisian juga gugur dalam pelaksanaan tugas.

Hingga kini, perhatian publik masih tertuju pada proses pengungkapan fakta di balik insiden tersebut, termasuk kronologi lengkap operasi dan penyelidikan yang sedang dilakukan aparat berwenang.

Pemerintah Desa Tumbang Kalemei berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tetap menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

Kasus penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang menunggu jawaban melalui proses penyelidikan resmi. Di tengah berbagai informasi yang berkembang, Pemerintah Desa Tumbang Kalemei menegaskan bahwa warga tidak terlibat dalam penyerangan terhadap polisi. Klarifikasi tersebut diharapkan dapat meluruskan persepsi publik sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak sesuai fakta mengenai penggerebekan terduga bandar sabu di Katingan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.