Pangkalan Bun – Ambisi besar mulai ditegaskan dari cabang olahraga taekwondo Kotawaringin Barat menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026. Sebanyak 50 atlet resmi ditetapkan sebagai skuad inti setelah melalui proses seleksi ketat yang diklaim objektif dan berjenjang.
Ketua Pengkab Taekwondo Kobar, Yosi Irawan menegaskan bahwa penentuan atlet tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui evaluasi menyeluruh oleh tim pelatih.
“Ini adalah hasil terbaik dari proses seleksi yang objektif. Kami ingin memastikan atlet yang terpilih benar-benar siap bersaing dan membawa nama baik Kobar,” tegas Yosi.
Seleksi Ketat, Bukan Formalitas
Proses seleksi disebut tidak sekadar administratif. Para atlet dipantau langsung oleh pelatih (sabem) dengan penilaian mencakup kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan, hingga mental bertanding.
Sebelum penetapan akhir, tim pelatih bahkan menggelar rapat evaluasi untuk memastikan tidak ada kompromi dalam menentukan atlet terbaik.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Kobar tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah Porprov, tetapi juga tampil sebagai kekuatan kompetitif.
Status Tuan Rumah Jadi Tekanan Sekaligus Peluang
Sebagai tuan rumah Porprov 2026, Kotawaringin Barat memikul ekspektasi besar. Taekwondo menjadi salah satu cabang yang diandalkan untuk mendulang medali.
Namun, status tersebut juga membawa tekanan tinggi bagi para atlet. Tampil di kandang sendiri berarti menghadapi tuntutan publik untuk menang.
“Kami optimistis dengan persiapan yang matang, atlet bisa tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” ujar Yosi.
Ujian Sebenarnya: Konsistensi Latihan
Meski skuad telah terbentuk, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Konsistensi latihan, program pembinaan berkelanjutan, serta dukungan anggaran menjadi faktor penentu apakah target prestasi bisa tercapai.
Tanpa itu, seleksi ketat berpotensi hanya menjadi formalitas awal tanpa hasil signifikan di arena pertandingan.
Bukan Sekadar Partisipasi, Tapi Pembuktian
Porprov 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum pembuktian bagi pembinaan olahraga di Kobar. Taekwondo kini berada di garis depan sebagai salah satu cabor yang diharapkan mampu mengangkat nama daerah.
Jika berhasil, tim ini bisa menjadi simbol keberhasilan pembinaan atlet lokal. Namun jika gagal, sorotan akan kembali mengarah pada kesiapan dan keseriusan pembinaan olahraga di daerah.





