Belajar ke Bantul, Pulang Pisau Kejar Penanganan Stunting—Aksi Nyata Ditunggu

oleh
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta bertukar cendera mata saat kunjungan ke Kabupaten Bantul

PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau tancap gas mempercepat penanganan stunting dengan belajar langsung ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namun di balik langkah ini, muncul pertanyaan penting: apakah hasilnya akan benar-benar diterapkan di lapangan?

Melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), Pulang Pisau melakukan studi tiru untuk menggali strategi yang telah terbukti berhasil di Bantul—daerah yang dikenal konsisten menekan angka stunting secara nasional.

Belajar dari Daerah Sukses, Tapi Tantangan Ada di Implementasi

Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius memperkuat strategi penanganan stunting.

“Kami ingin mengadopsi sistem yang sudah terbukti berhasil, terutama sinkronisasi data dari desa hingga kabupaten,” ujarnya.

Namun pengalaman menunjukkan,
banyak program berhasil di satu daerah—
belum tentu langsung berhasil di daerah lain.

banner 336x280

Kunci Bantul: Data, Kolaborasi, dan Disiplin Program

Dari studi tersebut, Pulang Pisau mendalami sejumlah kunci keberhasilan Bantul:

  • Integrasi data dari tingkat desa
  • Peran aktif kader dan pendamping keluarga
  • Program berbasis gizi dan pangan
  • Pemanfaatan teknologi pemantauan anak

Tak hanya itu, Bantul juga menekankan pentingnya konvergensi lintas sektor, dari pemerintah hingga masyarakat.

banner 336x280

Stunting Bukan Sekadar Angka, Tapi Masa Depan Generasi

Masalah stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia ke depan.

Jika tidak ditangani serius:

  • Pertumbuhan anak terganggu
  • Kualitas pendidikan menurun
  • Produktivitas masa depan terancam

Karena itu, langkah percepatan tidak bisa berhenti di tahap perencanaan.

Studi Tiru Harus Berujung Tindakan Nyata

Pemerintah Pulang Pisau menargetkan hasil kunjungan ini akan dituangkan dalam Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) untuk mempercepat penurunan stunting hingga mencapai target nasional.

Namun publik kini menyoroti satu hal:
apakah ini akan menjadi perubahan nyata, atau sekadar agenda kunjungan?

Ujian Sebenarnya Ada di Lapangan

Belajar ke Bantul adalah langkah awal.
Namun ujian sebenarnya ada pada:

  • Konsistensi pelaksanaan program
  • Kualitas data di lapangan
  • Keterlibatan masyarakat

Jika semua itu tidak berjalan,
maka studi tiru hanya akan menjadi seremoni tanpa dampak signifikan.

Stunting Tak Bisa Ditunda

Pulang Pisau kini berada di persimpangan:
mengubah hasil belajar menjadi aksi nyata—atau kembali terjebak dalam pola lama.

Karena dalam isu stunting,
yang dipertaruhkan bukan hanya program,
tetapi masa depan generasi daerah.

banner 336x280