Reses Penutup Junaidi: Infrastruktur Lagi, Infrastruktur Lagi—Masalah Tak Pernah Benar-benar Selesai

oleh
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah Junaidi, melaksanakan Reses Perseorangan Masa Persidangan II Tahun 2026 di titik penutup di Jalan Pinus, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, Minggu malam (12/4)

PALANGKA RAYA – Reses penutup Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, di Kelurahan Panarung kembali membuka fakta yang sulit dibantah: persoalan infrastruktur di ibu kota provinsi ini belum pernah benar-benar tuntas.

Dalam forum yang seharusnya menjadi penutup masa sidang, warga justru kembali menyuarakan keluhan yang sama—jalan rusak, drainase buruk, hingga fasilitas umum yang tidak memadai.

“Yang paling dominan disampaikan masyarakat adalah terkait infrastruktur,” ujar Junaidi.

Keluhan Berulang, Seolah Tak Pernah Didengar

Ini bukan pertama kali.
Dan kemungkinan besar, bukan yang terakhir.

Setiap reses:

banner 336x280
  • Warga mengeluh soal infrastruktur
  • DPRD mencatat aspirasi
  • Janji tindak lanjut disampaikan

Namun di lapangan, perubahan sering kali tidak sebanding dengan harapan.

Infrastruktur menjadi masalah yang terus diputar ulang—tanpa penyelesaian tuntas.

banner 336x280

Masalah Dasar, Tapi Tak Kunjung Selesai

Yang disampaikan warga bukan proyek besar, bukan pula hal rumit.
Mereka hanya meminta hal mendasar:

  • Jalan yang layak dilalui
  • Drainase yang berfungsi
  • Lingkungan yang aman dan nyaman

Namun justru kebutuhan dasar ini yang terus menjadi pekerjaan rumah.

Ini menimbulkan pertanyaan besar:
di mana letak hambatan sebenarnya?

Reses Jadi Rutinitas, Bukan Solusi

Forum reses yang seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan kebijakan, kini mulai dipandang sebagai rutinitas formal.

Aspirasi terus ditampung,
tetapi realisasi kerap tertunda.

Jika pola ini terus berulang, maka reses berisiko kehilangan makna—
hanya menjadi tempat “mendengar tanpa menyelesaikan”.

Junaidi Janji Kawal, Publik Menunggu Bukti

Junaidi memastikan seluruh aspirasi akan diperjuangkan dalam pembahasan DPRD.

Namun publik kini berada pada titik jenuh terhadap janji.

Yang ditunggu bukan lagi komitmen,
melainkan hasil nyata di lapangan.

Sampai Kapan Infrastruktur Jadi Keluhan Utama?

Jika setiap reses masih diwarnai keluhan yang sama,
maka ada yang belum beres dalam sistem pembangunan.

Pertanyaannya kini lebih tajam:

  • Apakah perencanaan yang tidak tepat?
  • Ataukah pelaksanaan yang tidak konsisten?

Yang jelas, selama masalah ini terus berulang,
maka pembangunan belum benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dan reses—
akan terus menjadi cermin dari masalah yang tak kunjung selesai.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.