Air Bersih Aman, Tapi Ancaman Belum Hilang: BPBD Kalteng Ingatkan Jangan Lengah

oleh
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kalteng, Alpius.

PALANGKA RAYA – Kabar baik datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah: ketersediaan air bersih saat ini dipastikan aman di seluruh wilayah. Namun di balik itu, peringatan tegas juga disampaikan—masyarakat diminta tidak lengah.

Setelah beberapa hari hujan turun merata, kondisi yang sebelumnya sempat mengalami kekeringan kini mulai pulih.

“Kondisi kekeringan saat ini sudah tidak ada… termasuk Kobar sudah aman,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kalteng, Alpius.

Hujan Menyelamatkan, Tapi Tidak Menjamin

Pemulihan ini disebut sebagai dampak langsung dari curah hujan yang merata di berbagai wilayah Kalteng. Air kembali tersedia, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun lingkungan.

Namun kondisi ini dinilai belum sepenuhnya aman dalam jangka panjang.

banner 336x280

“Kondisi ini karena hujan merata beberapa hari terakhir,” jelasnya.

Artinya, ketersediaan air saat ini masih sangat bergantung pada faktor cuaca—yang sifatnya tidak stabil.

banner 336x280

Ancaman Kekeringan dan Karhutla Masih Mengintai

BPBD menegaskan tetap berada dalam status siaga. Pasalnya, perubahan cuaca yang cepat, terutama menjelang musim kemarau, bisa kembali memicu krisis air di sejumlah wilayah.

Potensi dampaknya tidak kecil:

  • Krisis air bersih kembali terjadi
  • Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat
  • Kebutuhan air untuk pemadaman menjadi krusial

Fakta ini menunjukkan satu hal:
situasi aman saat ini bisa berubah kapan saja.

Embung Jadi Kunci, Bukan Sekadar Imbauan

BPBD mendorong masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, salah satunya dengan membangun embung atau penampungan air.

“Bisa membuat embung-embung penampungan air… untuk cadangan air bersih dan karhutla,” imbaunya.

Langkah ini dinilai bukan lagi opsi tambahan,
melainkan kebutuhan strategis untuk menghadapi musim kering.

Masalah Lama: Antisipasi Sering Terlambat

Meski imbauan sudah disampaikan, realitas di lapangan sering menunjukkan hal sebaliknya—antisipasi baru dilakukan saat krisis sudah terjadi.

Padahal, pola di Kalteng cukup jelas:

  • Musim hujan → air melimpah
  • Musim kemarau → krisis kembali muncul

Jika pola ini terus berulang tanpa kesiapan, maka krisis air akan selalu datang sebagai kejadian tahunan.

Aman Hari Ini, Belum Tentu Besok

Kondisi air bersih di Kalteng saat ini memang aman.
Namun keamanan itu bersifat sementara.

BPBD sudah memberi sinyal:
jangan tunggu krisis datang baru bergerak.

Karena jika kesiapan tidak dibangun dari sekarang,
maka “aman hari ini” bisa berubah menjadi
darurat air dalam hitungan bulan.

banner 336x280