Wabup Pulang Pisau Tekankan Pencegahan Stunting Sejak Remaja: “Bukan Sekadar Masalah Anak”

oleh
Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta

PULANG PISAU — Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menegaskan pendekatan pencegahan stunting tidak bisa lagi dimulai saat anak lahir, tetapi harus ditarik lebih awal hingga fase remaja. Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, menyebut intervensi sejak dini menjadi kunci memutus rantai stunting secara sistematis.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Gerakan Aksi Bergizi di MAN 1 Pulang Pisau, Jumat (17/4), yang difokuskan pada peningkatan kesehatan remaja, khususnya pelajar putri.

Naufal Nabila Motor1

“Pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri menjadi langkah mencegah anemia yang dapat meningkatkan risiko stunting sejak dini,” kata Ahmad Jayadikarta.

Ia menilai, persoalan stunting selama ini kerap disempitkan hanya pada kondisi balita, padahal akar masalahnya sudah terbentuk jauh sebelum itu. Rendahnya kesiapan fisik dan mental remaja, termasuk akibat pernikahan dini, menjadi faktor krusial yang sering diabaikan.

“Stunting bukan hanya soal anak, tetapi dimulai dari remaja yang belum siap, termasuk karena pernikahan dini,” ujarnya.

banner 336x280

Menurut Ahmad, intervensi gizi dan edukasi kesehatan pada remaja putri merupakan investasi jangka panjang, mengingat mereka adalah calon ibu yang menentukan kualitas generasi berikutnya. Karena itu, program pemberian tablet tambah darah dinilai bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan strategi preventif berbasis siklus hidup.

Selain aspek kesehatan, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Remaja didorong untuk tidak terburu-buru menikah dan lebih memprioritaskan pendidikan.

banner 336x280

“Setelah lulus sekolah, tidak perlu terburu-buru menikah, tetapi lebih baik melanjutkan pendidikan,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, kebijakan seperti program “satu rumah satu sarjana” menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan risiko stunting.

Pemkab Pulang Pisau menilai keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.

“Keberhasilan ini membutuhkan komitmen bersama, baik guru, orang tua, maupun peserta didik,” ujar Ahmad.

Dengan pendekatan yang lebih hulu, pemerintah daerah berharap upaya penurunan stunting tidak lagi bersifat reaktif, tetapi preventif dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat dan kompetitif di masa depan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.