Kotawaringin Barat — Kebakaran yang terjadi pada dini hari di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menghanguskan satu unit rumah toko (ruko) beserta seluruh isinya. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga masih beristirahat, sehingga api cepat membesar tanpa penanganan awal yang optimal.
Api pertama kali diketahui warga dalam kondisi sudah membesar. Upaya pemadaman mandiri tidak mampu mengendalikan kobaran api yang terus meluas.

“Saat diketahui, api sudah besar. Warga sempat mencoba memadamkan, tapi tidak berhasil,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Material bangunan yang didominasi bahan mudah terbakar serta jarak antarbangunan yang relatif dekat mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat ruko tidak dapat diselamatkan meski petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan.
Petugas fokus melakukan isolasi titik api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Prioritas kami mencegah api menjalar ke bangunan lain karena lokasinya cukup padat,” kata petugas pemadam kebakaran.
Akibat kebakaran ini, satu unit ruko dilaporkan ludes terbakar. Seluruh barang di dalamnya, termasuk perlengkapan usaha, hangus tanpa sisa. Selain itu, satu unit sepeda motor yang berada di lokasi turut terbakar.
Kerugian material diperkirakan cukup besar, meskipun belum ada angka resmi yang dirilis.
“Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, semuanya habis terbakar,” ungkap warga lainnya.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Namun demikian, dampak ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan signifikan karena bangunan tersebut juga digunakan sebagai tempat usaha.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada faktor teknis, termasuk kemungkinan gangguan instalasi listrik.
“Penyebab pasti masih kami selidiki. Kami akan lakukan pendalaman untuk memastikan sumber api,” ujar aparat kepolisian setempat.
Pasca kejadian, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api. Pemerintah setempat juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Kami minta masyarakat lebih waspada, terutama terkait instalasi listrik dan sumber api di rumah,” kata petugas.




