Palangka Raya – Nama Raden Tumenggung Ario (RTA) Milono mungkin tidak sepopuler tokoh nasional lainnya. Namun, jejak pengabdiannya bagi bangsa Indonesia begitu besar. Dari seorang pejabat pemerintahan di masa kolonial hingga dipercaya menjadi Gubernur pertama Kalimantan Tengah, perjalanan hidup RTA Milono menjadi kisah tentang dedikasi, kepemimpinan, dan kesetiaan kepada negara di masa-masa paling sulit.
Lahir di Pekalongan pada 31 Maret 1896, RTA Milono berasal dari keluarga bangsawan Jawa. Gelar Raden Tumenggung Ario yang melekat pada namanya menunjukkan status kebangsawanannya. Meski lahir dari lingkungan terpandang, ia memilih mengabdikan diri dalam pemerintahan dan pelayanan publik.
Setelah menempuh pendidikan di Lagere School, OSVIA Magelang, dan Bestuurschool Batavia, kariernya dimulai sebagai wedana di Slawi, Tegal. Pengalaman panjang di berbagai posisi pemerintahan membentuknya menjadi sosok birokrat yang tangguh dan berpengalaman.
Pemimpin di Tiga Zaman
Perjalanan karier RTA Milono mencapai titik penting ketika ia diangkat menjadi Bupati Pati pada 10 Maret 1936. Jabatan tersebut dijalaninya dalam tiga periode sejarah yang berbeda, yakni masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, dan masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
“RTA Milono adalah satu dari sekian tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Pati,” demikian tercatat dalam arsip sejarah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati.
Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945, RTA Milono yang saat itu menjabat Wakil Residen Pati menyatakan kesetiaannya kepada Republik Indonesia yang baru berdiri. Tidak lama kemudian, ia dilantik menjadi Residen Pati.
Tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Pemberontakan PKI Musso dan Agresi Militer Belanda II membuat kondisi keamanan dan pemerintahan di wilayah Pati berada dalam situasi kritis.
“Beliau berhasil mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di Pati dari ancaman-ancaman tersebut,” tulis catatan sejarah mengenai kiprah RTA Milono.
Dari Pati ke Kalimantan Tengah
Berkat pengalamannya memimpin di masa penuh gejolak, karier RTA Milono terus menanjak. Ia pernah menjabat Gubernur Jawa Timur sebelum akhirnya dipercaya menjadi Gubernur pertama Kalimantan Tengah.
Salah satu kisah yang masih dikenang adalah keterlibatannya bersama Presiden Soekarno dalam gagasan menjadikan Palangka Raya sebagai calon ibu kota Indonesia pengganti Jakarta. Meski rencana itu tidak terwujud, gagasan tersebut menunjukkan pentingnya posisi Kalimantan Tengah dalam pandangan para pemimpin bangsa saat itu.
Kini, nama RTA Milono tetap dikenang sebagai tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk negara. Dari Pati hingga Kalimantan Tengah, ia meninggalkan warisan kepemimpinan yang lahir dari keberanian menghadapi krisis dan kesetiaan menjaga Republik Indonesia.








