Reinout Sylvanus, Jejak Gubernur yang Membangun Kalimantan Tengah

oleh
Reinout Sylvanus merupakan Gubernur Kalimantan Tengah yang berjasa membangun daerah, berjuang untuk kemerdekaan, dan mengembangkan pendidikan.

Palangka Raya– Nama Reinout Sylvanus mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, bagi masyarakat Kalimantan Tengah, sosok ini merupakan salah satu figur penting yang ikut meletakkan fondasi pembangunan daerah pada masa-masa awal berdirinya provinsi tersebut. Kiprahnya sebagai wakil gubernur pertama sekaligus gubernur ketiga menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan Bumi Tambun Bungai.

Lahir di Puruk Cahu pada 17 April 1928, Reinout Sylvanus tumbuh pada masa perjuangan bangsa. Pada 1946, ia meninggalkan bangku sekolah demi mempertahankan Republik Indonesia yang baru berdiri. Semangat juang itu tidak membuatnya melupakan pendidikan. Setelah situasi membaik, ia berhasil menyelesaikan studi di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1957.

Karier profesionalnya dimulai sebagai asisten dosen di ITB sebelum dipercaya menjadi Wakil Direktur Pabrik Kina Bandung. Jalan hidupnya kemudian membawanya pulang ke Kalimantan Tengah untuk mengabdi sebagai Wakil Gubernur pertama pada 1961 mendampingi Gubernur Tjilik Riwut. Enam tahun kemudian, ia dipercaya memimpin provinsi tersebut sebagai gubernur hingga 1978.

Dalam riwayat hidupnya disebutkan, “Pada tahun 1946, ia telah meninggalkan bangku sekolahnya demi mempertahankan wilayah Republik Indonesia.” Kalimat ini menjadi gambaran kuat tentang semangat nasionalisme yang mewarnai perjalanan hidup Reinout Sylvanus.

Selain memimpin pemerintahan, Reinout juga berkontribusi dalam dunia pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Presidium Universitas Palangka Raya, kemudian menjadi Ketua Presidium universitas tersebut. Perannya menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pengembangan sumber daya manusia.

Reinout Sylvanus berasal dari suku Dayak Ngaju-Ot Danum dan merupakan keturunan Damang Batu, tokoh yang dikenal mempersatukan berbagai sub-suku Dayak dalam Rapat Besar Tumbang Anoi. Latar belakang tersebut memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang memahami akar budaya masyarakat Kalimantan Tengah.

Usai menyelesaikan masa jabatan sebagai gubernur, ia masih dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat di Departemen Dalam Negeri dan kemudian menjadi anggota DPR/MPR RI pada 1982. Kiprah panjangnya menunjukkan dedikasi yang tidak berhenti setelah meninggalkan kursi pemerintahan daerah.

Reinout Sylvanus wafat di Jakarta pada 25 Februari 2019 dalam usia 90 tahun setelah menjalani perawatan akibat gangguan pernapasan. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, sebagai penghormatan atas pengabdiannya kepada daerah dan bangsa. Dalam catatan riwayat hidupnya disebutkan, “Jenazah almarhum dibawa ke Palangka Raya pada keesokan harinya dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang.”

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.