Harga LPG 3 Kg Melonjak di Lamandau, Kuota Minim Jadi Penyebab

oleh
Kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lamandau menyebabkan harga gas melon di sejumlah wilayah melambung jauh di atas HET.

Nanga Bulik – Harga elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Lamandau dilaporkan terus mengalami kenaikan dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh terbatasnya kuota elpiji bersubsidi yang diterima daerah, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kelangkaan pasokan membuat harga elpiji 3 kg di sejumlah wilayah Lamandau jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET). Di tingkat pengecer, harga gas melon bahkan berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung, jauh di atas harga yang seharusnya diterima masyarakat. Kondisi ini paling dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

banner 336x280

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mengakui bahwa kuota elpiji bersubsidi yang dialokasikan untuk daerah masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Akibatnya, distribusi gas melon kerap mengalami kendala dan memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.

Kami melihat kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara kuota yang tersedia masih terbatas. Ini yang menyebabkan pasokan di lapangan sering tidak seimbang dengan permintaan,” ujar salah satu pejabat terkait di lingkungan Pemkab Lamandau.

Menurutnya, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusulkan penambahan kuota elpiji 3 kg agar distribusi dapat berjalan lebih optimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap energi bersubsidi.

Selain persoalan kuota, pengawasan distribusi juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi agar menyalurkan elpiji sesuai aturan dan sasaran penerima manfaat.

Kami berharap ada penambahan kuota dari pemerintah pusat maupun Pertamina sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan harga kembali stabil,” katanya.

banner 1200x630

Di lapangan, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga normal. Tidak jarang masyarakat harus membeli dengan harga Rp35.000 sampai Rp40.000 per tabung karena stok di pangkalan cepat habis dan pasokan terbatas.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Lamandau untuk terus melakukan evaluasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat serta Pertamina guna mencari solusi jangka panjang. Pemerintah berharap penambahan alokasi dan perbaikan distribusi dapat mengurangi gejolak harga yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dengan meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga, persoalan harga elpiji 3 kg di Lamandau menjadi tantangan yang perlu segera ditangani agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan pokok sehari-hari. Harga yang kini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung menjadi indikator bahwa pasokan dan distribusi LPG bersubsidi perlu segera dibenahi.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *