Cirebon– Pemerintah Kota Cirebon mempersiapkan peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 yang dipadukan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (Porsenitas) XIII sebagai upaya memperkuat harmoni, budaya, dan kolaborasi antarwilayah. Mengusung tema “Manunggal Winangun Caruban”, rangkaian kegiatan tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Cirebon.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melalui konferensi pers yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Hari Jadi Cirebon bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang Kota Cirebon yang tumbuh dari keberagaman budaya, nilai keagamaan, dan semangat kebersamaan masyarakat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus berjalan bersama, menjaga persatuan, dan berkolaborasi membangun Kota Cirebon yang semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulunya,” ujar Iing Daiman.
Tema “Manunggal Winangun Caruban” memiliki makna mendalam. Kata Manunggal berarti bersatu, Winangun berarti membangun, sedangkan Caruban mencerminkan identitas Cirebon sebagai kota yang lahir dari perpaduan berbagai budaya. Filosofi tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, seniman, hingga generasi muda.
Rangkaian peringatan berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari program lingkungan hidup, penanaman pohon dan mangrove, kampanye pengelolaan sampah, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara luas. Di tingkat kelurahan, warga juga berpartisipasi melalui kerja bakti, jalan sehat, festival kuliner, pertunjukan seni, sedekah bumi, sholawat bersama, hingga kirab budaya.
Selain itu, pelaksanaan Porsenitas XIII menjadi daya tarik tersendiri. Ajang olahraga dan seni yang mempertemukan daerah-daerah dalam kawasan Kunci Bersama tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menjadi sarana promosi potensi Kota Cirebon. Tahun ini, panitia juga menghadirkan cabang olahraga padel yang tengah populer di masyarakat.
Iing menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Cirebon serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
“Peringatan Hari Jadi Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk mensyiarkan nilai-nilai budaya dan sejarah yang kita miliki, memperkuat rasa memiliki terhadap kota ini, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dalam keberagaman,” katanya.
Puncak peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 akan berlangsung pada 16 Juni 2026 melalui upacara resmi di Alun-Alun Kejaksan yang diikuti unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen daerah. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkokoh kolaborasi pembangunan dan mempererat persatuan masyarakat Cirebon menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










