PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah mendukung antusiasme masyarakat dalam menyambut dan menyaksikan gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Namun, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan momentum pesta sepak bola terbesar dunia tersebut untuk melakukan praktik perjudian.
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi perhatian besar masyarakat, termasuk di Kalimantan Tengah. Seiring meningkatnya euforia pertandingan, Polda Kalteng menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama kompetisi berlangsung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat, mengatakan masyarakat dipersilakan menikmati pertandingan dengan cara yang positif dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Polda Kalteng tentunya mendukung setiap kebijakan Kapolri untuk memberantas perjudian, khususnya di kegiatan bola gembira Piala Dunia World Cup 2026. Masyarakat yang ingin menikmati dan menyaksikan pertandingan Piala Dunia sebagai ajang hiburan serta mempererat kebersamaan. Namun kami mengimbau agar momentum ini tidak dimanfaatkan untuk kegiatan perjudian dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Menurut Budi, praktik perjudian baik secara langsung maupun melalui platform digital merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitarnya. Karena itu, Polda Kalteng akan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum selama berlangsungnya turnamen sepak bola internasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu situasi keamanan daerah.
“Segala bentuk gangguan kamtibmas khususnya yang menjadi penyakit masyarakat seperti perjudian, narkoba dan sebagainya, kami akan tindak tegas untuk menjaga situasi Kalteng agar tetap aman dan kondusif terkhusus dalam nonton bareng bola gembira Piala Dunia tahun 2026,” tegasnya.
Selain itu, Polda Kalteng mengajak masyarakat menjadi penonton yang cerdas dan bijak dengan menjadikan Piala Dunia sebagai sarana hiburan, olahraga, serta mempererat persaudaraan. Orang tua juga diminta lebih aktif mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak dan anggota keluarga guna menghindari paparan situs maupun aplikasi judi online yang kerap memanfaatkan momentum pertandingan olahraga untuk menjaring pengguna baru.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













