SUMEDANG – Kecelakaan angkot yang mengangkut pelajar terjadi di Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 17 pelajar menjadi korban setelah angkot yang mereka tumpangi diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali dan terguling di badan jalan. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan transportasi umum, khususnya angkutan pelajar.
Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan angkutan kota bernomor polisi Z-1903-AF yang sedang membawa para pelajar dari kawasan Jatinangor menuju Tanjungsari. Menurut keterangan sejumlah saksi dan korban, kendaraan melaju cukup kencang sejak awal perjalanan hingga akhirnya terguling di ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan.
Insiden itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah pengguna jalan dan masyarakat setempat membantu proses evakuasi para korban yang terjebak di dalam kendaraan. Sementara itu, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan karena posisi angkot yang terbalik menutupi sebagian badan jalan.
Salah satu korban, Addar Abid Pranaja Wijaya (13), mengungkapkan bahwa kondisi di dalam kendaraan cukup padat saat kecelakaan terjadi.
“Saya dan teman-teman naik angkot dari Jatinangor mau pulang ke Tanjungsari. Di dalam angkot ada 17 orang,” ujarnya.
Menurut Addar, sejak awal perjalanan sopir mengemudikan kendaraan dengan cara yang membuat penumpang merasa khawatir.
“Angkotnya ngebut dan ugal-ugalan. Waktu itu kendaraan sempat banting setir ke kanan, lalu ke kiri. Setelah itu langsung jatuh dan terguling,” katanya.
Saat kendaraan terbalik, suasana di dalam angkot berubah panik. Para pelajar berteriak ketakutan ketika kaca kendaraan pecah akibat benturan keras dengan jalan.
“Semua takut dan berteriak. Setelah angkot terbalik, saya berusaha keluar lebih dulu untuk menyelamatkan diri,” tutur Addar.
Beruntung, tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh korban mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan medis. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian pengemudi saat mengemudikan kendaraan.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











