Ngabe Soekah, Perintis Pahandut yang Mengubah Sejarah Palangka Raya

oleh
Ngabe Soekah merupakan tokoh Dayak Ngaju dan pemimpin Pahandut yang berperan besar dalam sejarah awal perkembangan Kota Palangka Raya.

Palangka Raya– Nama Ngabe Soekah mungkin tidak setenar tokoh nasional lainnya, namun jejak pengabdiannya masih terasa kuat di jantung Kota Palangka Raya hingga hari ini. Sosok Dayak Ngaju yang dikenal sebagai pemimpin Kampung Pahandut pada awal abad ke-20 itu dianggap sebagai salah satu tokoh penting yang meletakkan fondasi perkembangan kawasan yang kelak menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Lahir sekitar tahun 1829 dari pasangan Bayuh dan Kambang, Soekah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Dayak yang masih sangat bergantung pada sungai dan hasil alam. Ia kemudian dipercaya memimpin Pahandut setelah menggantikan saudaranya, Jaga, sebagai pambakal atau kepala kampung. Dalam masa kepemimpinannya, Pahandut berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, hingga pendidikan masyarakat.

Menurut catatan sejarah, Ngabe Soekah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki keberanian sekaligus kebijaksanaan. Ia berupaya menjaga keamanan wilayahnya dari berbagai ancaman pada masa kolonial Hindia Belanda. Bahkan, Belanda disebut cukup berhati-hati untuk masuk ke kawasan Pahandut karena pengaruh besar yang dimiliki Soekah di tengah masyarakat Dayak.

Pahandut harus menjadi tempat yang aman bagi masyarakatnya,” demikian semangat kepemimpinan yang tergambar dari berbagai catatan sejarah mengenai perjuangannya menjaga wilayah tersebut.

Atas jasa dan pengaruhnya, Pemerintah Hindia Belanda kemudian memberikan gelar kehormatan Ngabe Anom kepada Soekah pada tahun 1908. Gelar tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap kepemimpinannya yang berhasil membawa kemajuan bagi Pahandut.

Tak hanya dikenal sebagai pemimpin, Ngabe Soekah juga dikenang sebagai tokoh yang berperan dalam membuka jalan bagi berkembangnya kawasan Pahandut menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat. Sebagian peneliti sejarah bahkan menyebut kiprahnya sebagai salah satu faktor penting yang membuat wilayah ini berkembang hingga akhirnya menjadi Palangka Raya.

Warganya hidup makmur dan sejahtera sehingga Soekah dikenal luas di kampung-kampung sekitar,” demikian salah satu catatan sejarah yang menggambarkan keberhasilan kepemimpinannya.

Hingga kini, warisan Ngabe Soekah masih dapat ditemukan melalui Sandung Ngabe Soekah yang berada di kawasan Pahandut. Tempat tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap seorang tokoh lokal yang telah memberikan kontribusi besar bagi sejarah Kalimantan Tengah. Di tengah pesatnya pembangunan Palangka Raya, kisah Ngabe Soekah tetap relevan sebagai pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah selalu berawal dari dedikasi para pemimpin yang bekerja untuk masyarakatnya.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.