Palangka Raya – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalimantan Tengah yang baru dilantik, Adiah Chandra Sari, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang telah berjalan, terutama program yang mendukung visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah. Komitmen tersebut menjadi langkah awal kepemimpinannya dalam menjaga kesinambungan pembangunan sektor komunikasi dan digital di Bumi Tambun Bungai.
Usai dilantik di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (25/6), Adiah menyampaikan bahwa dirinya masih memerlukan waktu untuk mempelajari kondisi internal organisasi sebelum menetapkan kebijakan maupun program baru.
Menurutnya, proses serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya belum dilaksanakan sehingga ia belum memiliki gambaran menyeluruh mengenai kondisi Diskominfosantik Kalteng.
“Saat ini kan kita baru saja selesai pelantikan. Belum ada serah terima jabatan, sehingga saya juga belum mengetahui secara detail kondisi di sana. Insya Allah pada hari Senin nanti dapat dilakukan serah terima jabatan dengan pejabat sebelumnya di Kantor Diskominfosantik,” ujar Adiah.
Meski demikian, ia memastikan roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Program-program yang selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat akan diteruskan selama selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Adiah menilai kesinambungan program merupakan hal penting agar pelayanan publik di bidang komunikasi, informatika, persandian, dan statistik tidak mengalami hambatan. Karena itu, evaluasi akan dilakukan secara bertahap setelah dirinya mulai aktif memimpin dinas tersebut.
“Tentu program-program yang bersifat berkelanjutan dan mendukung visi serta misi Bapak Gubernur akan diteruskan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan menghadirkan inovasi atau program baru, Adiah memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia ingin memahami terlebih dahulu kebutuhan organisasi, sumber daya yang tersedia, hingga tantangan yang dihadapi di lapangan.
“Nanti saja ya. Hal-hal seperti itu akan kita bahas setelah saya mulai bertugas dan mempelajari kondisi yang ada,” katanya.
Selain memastikan keberlanjutan program, Adiah juga menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Baginya, posisi sebagai Kepala Diskominfosantik bukan sekadar jabatan struktural, melainkan kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Tengah.
“Sesuai yang disampaikan Bapak Gubernur, jabatan ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan jalan untuk mengabdi kepada masyarakat. Amanah yang diberikan tentu akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan telekomunikasi juga menjadi perhatian utama dalam kepemimpinannya. Salah satu persoalan yang akan menjadi fokus adalah penanganan wilayah blank spot yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
Ia menyebut akses telekomunikasi yang merata menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan publik, pemerintahan berbasis digital, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan itu nanti akan menjadi salah satu prioritas kami juga,” tutup Adiah.
Kehadiran Adiah Chandra Sari sebagai nahkoda baru Diskominfosantik Kalteng diharapkan mampu memperkuat transformasi digital di Kalimantan Tengah. Dengan mengedepankan keberlanjutan program strategis Diskominfosantik Kalteng, peningkatan kualitas layanan informasi, serta percepatan penanganan wilayah blank spot, pemerintah optimistis pelayanan publik berbasis teknologi dapat semakin merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












