Dirgahayu Bhayangkara, Yanto Eko Saputra: Polri Pilar Penting Menjaga Kedaulatan Negara

oleh
Yanto Eko Saputra Tokoh Pemuda Dayak kalteng

Palangka Raya – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk mengingat kembali peran strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Yanto Eko Saputra, Tokoh Pemuda Kalimantan Tengah, yang menilai keberadaan Polri tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Yanto, hampir seluruh aktivitas masyarakat selalu bersinggungan dengan tugas dan fungsi kepolisian. Mulai dari penanganan kecelakaan lalu lintas, penyelidikan kebakaran, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, hingga menjaga keamanan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab institusi Bhayangkara.

Tidak ada negara berdaulat di dunia yang tidak memiliki institusi kepolisian. Kehadiran Polri menjadi fondasi penting dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat,” ujar Yanto.

Ia menjelaskan, saat ini Polri memiliki sekitar 464 ribu personel yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut masih menghadapi tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan rasio ideal pelayanan kepolisian terhadap masyarakat yang diperkirakan berada pada angka satu polisi untuk melayani sekitar 450 warga.

Karena itu, menurutnya, profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan yang terus harus diperkuat agar masyarakat memperoleh perlindungan hukum secara maksimal.

Yanto juga menyoroti implementasi program PRESISI yang menjadi arah transformasi Polri. Program tersebut mengedepankan pendekatan Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan publik.

Program PRESISI merupakan langkah maju. Polri tidak hanya dituntut responsif terhadap suatu peristiwa, tetapi juga mampu memprediksi potensi gangguan keamanan melalui analisis data dan informasi sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih dini,” katanya.

Selain kemampuan prediktif, ia menilai aspek responsibilitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Aparat kepolisian harus mampu memberikan pelayanan secara cepat, profesional, serta bertanggung jawab terhadap setiap persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Dalam konteks pelayanan langsung kepada masyarakat, Yanto menilai Polri telah menunjukkan berbagai upaya nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan publik. Mulai dari pelayanan SIM dan SKCK berbasis digital, pengaduan masyarakat melalui aplikasi dan call center 110, hingga kehadiran Bhabinkamtibmas di desa-desa yang aktif membina keamanan lingkungan.

Polri untuk masyarakat bukan sekadar slogan. Kita melihat bagaimana polisi hadir di tengah masyarakat, membantu penyelesaian konflik sosial, memberikan edukasi hukum, hingga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan seperti penanganan bencana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan humanis yang terus dikembangkan Polri menjadi kunci dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran polisi yang ramah, responsif, dan solutif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.

Di sisi lain, transparansi berkeadilan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam reformasi kepolisian. Menurut Yanto, keterbukaan dalam proses penegakan hukum akan memperkuat legitimasi Polri sebagai institusi yang bekerja secara objektif dan menjunjung tinggi keadilan.

Ia menambahkan, tantangan keamanan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi informasi, kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, hingga dinamika sosial masyarakat membutuhkan aparat kepolisian yang adaptif dan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

Polri harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Dengan dukungan masyarakat, saya optimistis institusi ini mampu menjawab berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Yanto berharap peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat terhadap tugas kepolisian akan memperkuat upaya menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif demi mendukung pembangunan nasional.

Di penghujung pernyataannya, Yanto mengucapkan selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh jajaran Polri yang terus mengabdikan diri menjaga keamanan bangsa.

Dirgahayu Bhayangkara. Semoga Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.