BUNTOK – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur dipastikan bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan energi, melainkan akibat kerusakan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Bangkanai, Kabupaten Barito Utara. Gangguan teknis tersebut membuat kapasitas pasokan listrik menurun sehingga PLN terpaksa menerapkan sistem pemadaman bergilir demi menjaga kestabilan jaringan.
Informasi tersebut disampaikan setelah Ketua DPRD Barito Selatan, H.M. Farid Yusran, meminta penjelasan langsung kepada pihak PLN terkait seringnya pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Farid mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan PLN, penyebab utama gangguan listrik berasal dari kerusakan mesin di PLTGU Bangkanai yang saat ini masih menjalani proses perbaikan.
“Sudah kupanggil kepala PLN, ternyata ada kerusakan mesin di Bangkanai Barito Utara, daerah terimbas yaitu Kalteng, Kalsel dan Kaltim. Di Bangkanai sedang proses perbaikan sambil nunggu sparepart dikirim,” ujar Farid.
Ia menambahkan bahwa proses pemulihan diperkirakan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena komponen yang dibutuhkan harus didatangkan dari luar negeri.
“Bisa cukup lama informasinya, karena sparepart-nya itu inden ke luar negeri katanya,” tambahnya.
Keterangan tersebut dibenarkan Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Buntok, Vivin Aprianor. Menurutnya, PLTGU Bangkanai merupakan salah satu pembangkit dengan kapasitas terbesar yang menyuplai sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Ketika pembangkit tersebut mengalami gangguan, kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik otomatis berkurang.
Vivin mengibaratkan kondisi tersebut seperti empat orang yang mengangkat beban berat, namun satu orang terkuat tidak dapat bekerja sehingga beban harus dibagi kepada tiga orang lainnya.
“PLTGU Bangkanai ini merupakan pembangkit yang memiliki kapasitas daya paling besar di antara sejumlah pembangkit lainnya yang ada di Kalteng, Kalsel dan Kaltim,” jelas Vivin.
Ia melanjutkan, “Ibaratnya ada empat orang yang semestinya mampu mengangkat beban 100 kilogram. Karena satu orang terkuat sakit, akhirnya beban tersebut harus ditanggung oleh tiga orang. Begitu pula kondisi sistem kelistrikan saat ini.”
PLN pun meminta masyarakat tetap bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Menurut Vivin, teknisi terus bekerja untuk memulihkan kondisi pembangkit, namun penggantian komponen membutuhkan waktu karena sebagian suku cadang harus diimpor.
Selain menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan, PLN juga menegaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan secara merata agar tidak ada wilayah yang mengalami pemadaman berulang dalam waktu berdekatan.
“Kami memastikan bahwa pemadaman dilakukan secara merata dan tidak berulang di tempat yang sama,” kata Vivin.
PLN juga memastikan layanan vital seperti rumah sakit, puskesmas, SPBU, dan sejumlah fasilitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Sebelum melakukan pemadaman pada jalur tertentu, petugas selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan genset cadangan siap beroperasi sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Terkait kompensasi, Vivin menjelaskan bahwa mekanisme tersebut mengacu pada Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang ditetapkan pemerintah. Tidak semua pemadaman otomatis memperoleh ganti rugi. Kompensasi hanya dapat diberikan apabila gangguan terbukti berasal dari kelalaian teknis PLN dan telah melalui proses verifikasi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab pemadaman. Gangguan yang terjadi saat ini murni disebabkan oleh kerusakan mesin pembangkit, bukan karena kekurangan pasokan batu bara maupun gas alam. Hingga proses perbaikan PLTGU Bangkanai selesai dan seluruh sistem kembali normal, pola pemadaman bergilir masih akan diberlakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di tiga provinsi tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











