Kebakaran Dekat Bandara H Asan, Penerbangan Normal

oleh
Kebakaran dekat Bandara H Asan Sampit membakar empat hektare lahan gambut. Penerbangan tetap normal, sementara tim gabungan terus memadamkan api.

Sampit– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Meski titik api berada tidak jauh dari kawasan bandara, seluruh jadwal penerbangan pada Sabtu (4/7/2026) tetap berlangsung normal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kebakaran terus meluas di lahan gambut. Tim gabungan masih bekerja keras memadamkan api agar tidak merambat lebih dekat ke area bandara dan menimbulkan gangguan terhadap keselamatan penerbangan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit, Abdul Haris, memastikan hingga saat ini aktivitas penerbangan masih berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, kondisi asap maupun titik api belum memengaruhi operasional bandara.

Sampai dengan saat ini tidak mempengaruhi penerbangan di bandara. Hari ini penerbangan masih sesuai jadwal, ada empat penerbangan,” kata Abdul Haris.

Empat penerbangan tersebut melayani sejumlah rute dari dan menuju Sampit. Maskapai yang beroperasi meliputi NAM Air untuk rute Jakarta–Sampit pulang pergi dan Sampit–Surabaya pulang pergi, Wings Air pada rute Surabaya–Sampit pulang pergi, serta Super Air Jet untuk rute Jakarta–Sampit pulang pergi.

Meski aktivitas penerbangan masih aman, petugas tetap memantau perkembangan situasi di sekitar bandara. Asap akibat kebakaran lahan berpotensi berubah sewaktu-waktu apabila arah angin bergeser atau intensitas kebakaran meningkat.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta para relawan terus melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar empat hektare. Api juga sudah menjalar ke lapisan gambut sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit dibandingkan kebakaran di lahan mineral.

Menurut Multazam, kondisi cuaca yang panas serta terbatasnya sumber air mempercepat penyebaran api. Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh unsur kesengajaan.

Belum ada laporan gangguan penerbangan. Namun kondisi ini tetap menjadi perhatian karena abu gambut bisa terbawa angin cukup jauh,” ujar Multazam.

Ia menambahkan, seluruh personel di lapangan terus berupaya mengisolasi titik api agar tidak meluas ke kawasan yang lebih dekat dengan fasilitas bandara maupun permukiman warga.

Karhutla yang terjadi di sekitar Bandara H Asan Sampit kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan memasuki musim kemarau. Lahan gambut yang mengering sangat mudah terbakar dan memerlukan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Selain berpotensi mengganggu kualitas udara, kebakaran di sekitar bandara juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi jarak pandang penerbang apabila asap semakin pekat. Oleh sebab itu, koordinasi antara pengelola bandara, BPBD, aparat keamanan, dan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.

Hingga Sabtu siang, kebakaran dekat Bandara H Asan Sampit masih terus ditangani oleh tim gabungan. Meski api telah membakar sekitar empat hektare lahan gambut, operasional penerbangan tetap berjalan normal tanpa adanya penundaan maupun pembatalan jadwal. Petugas akan terus memantau perkembangan kebakaran untuk memastikan aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit tetap aman bagi seluruh penumpang dan awak pesawat.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.