Peranan Pelaku Tragedi Kalemei Mulai Terkuak, Penyidik Ungkap Aksi Brutal Penyerangan Polisi

oleh

Palangka Raya – Pengungkapan kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, terus mengalami perkembangan signifikan. Setelah sejumlah pelaku berhasil diamankan, aparat kepolisian mulai mengurai peran masing-masing tersangka dalam insiden yang menewaskan tiga anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa operasi penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, serta Polres Katingan. Operasi tersebut dipimpin oleh Kombes Handik Zusen bersama Kombes Kevin Leleury.

Operasi ini merupakan langkah tegas kami dalam menindak jaringan narkotika sekaligus mengungkap pelaku penyerangan terhadap anggota Polri. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan aparat,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso.

Penyidikan yang dilakukan tim gabungan tersebut mengarah pada pembagian peran para pelaku dalam aksi penyerangan. Sejumlah tersangka diduga terlibat langsung menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan, sementara aparat masih memburu pelaku lain yang diduga turut serta dalam kejadian tersebut.

Hingga saat ini penyidik telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Dua tersangka terbaru berinisial Y dan L ditetapkan setelah melalui pemeriksaan mendalam.

Dari hasil penyelidikan sementara, Y diduga menyerang Aiptu Anumerta Yudhie menggunakan senjata tajam, sedangkan L diduga melakukan penembakan dengan senapan angin saat insiden berlangsung.

Selain kedua tersangka tersebut, tiga pelaku lain sebelumnya telah lebih dulu diamankan. Polisi memastikan proses penyidikan masih terus berkembang untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang berperan sebagai eksekutor maupun pihak yang membantu pelarian.

Penyidik juga mendalami hasil interogasi salah satu tersangka yang mengungkap adanya pembagian tugas saat pengejaran terhadap anggota kepolisian berlangsung. Dari keterangan tersebut, aparat memperoleh petunjuk mengenai identitas sejumlah pelaku lain yang diduga berada di lokasi kejadian.

Setiap pelaku memiliki peran masing-masing dalam aksi ini, dan kami terus mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga turut membantu maupun merencanakan penyerangan tersebut,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku lainnya. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mencocokkan keterangan para tersangka guna menyusun kronologi kejadian secara menyeluruh.

Peristiwa berdarah di Tumbang Kalemei terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu pada awal Juli 2026. Operasi tersebut mendapat perlawanan dari sejumlah orang hingga menyebabkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

Kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak akan berhenti pada pelaku yang telah ditangkap. Pengembangan perkara terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat, baik dalam aksi penyerangan maupun jaringan narkotika yang menjadi target operasi.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.