Palangka Raya – Jenazah Bripda Novandri Ramadhana, anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah, Sabtu (4/7/2026) malam. Kedatangan jenazah langsung disusul proses autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.
Bripda Novandri sebelumnya dilaporkan hilang saat mengikuti operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalamei, Kabupaten Katingan. Peristiwa tersebut berujung bentrokan yang menewaskan seorang anggota polisi dan menyebabkan dua personel lainnya hanyut di Sungai Katingan.
Jenazah Bripda Novandri dibawa menggunakan ambulans dari Desa Tumbang Lahang menuju Kota Palangka Raya dengan perjalanan darat sekitar tiga setengah jam. Ambulans tiba di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 20.10 WIB.
Sopir ambulans, Ahmad Baihaki, membenarkan bahwa jenazah yang diangkut merupakan anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang ketika menjalankan tugas.
“Iya, itu jenazah polisi yang sebelumnya hilang. Saya berangkat dari sana sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Ahmad Baihaki.
Setelah tiba di rumah sakit, jenazah langsung diserahkan kepada tim medis untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk autopsi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kematian Bripda Novandri berdasarkan hasil pemeriksaan forensik.
Sebelumnya, warga Desa Tumbang Lahang digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah yang mengapung di Sungai Katingan pada Sabtu sore. Saat ditemukan, tubuh korban tersangkut di antara ranting bambu dan kayu di tepian sungai.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartanto, kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Bripda Novandri Ramadhana, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang sejak Kamis (2/7/2026) dini hari.
“Benar, salah satu personel kami atas nama Bripda Novandri Ramadhana telah ditemukan. Saat ini anggota kami masih menuju lokasi temuan,” kata AKBP Dodik Hartanto.
Bripda Novandri merupakan satu dari dua personel yang hilang usai operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei. Operasi tersebut semula berhasil mengamankan seorang terduga pelaku, namun situasi berubah menjadi ricuh setelah sejumlah anggota keluarga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.
Bentrok yang terjadi mengakibatkan personel Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Yudhi Perdana Putra, gugur akibat serangan senjata tajam. Dalam insiden yang sama, seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan meninggal dunia.
Di tengah situasi yang berlangsung kacau, Bripda Novandri Ramadhana bersama Aiptu Sumaryanto diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Katingan. Sejak kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, TNI, BPBD, serta masyarakat melakukan pencarian secara intensif di sepanjang aliran sungai.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah jasad Bripda Novandri ditemukan warga pada Sabtu sore. Sementara itu, hingga Sabtu malam, proses pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas karena terjadi saat aparat kepolisian tengah menjalankan tugas pemberantasan peredaran narkotika. Aparat juga terus mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi bentrokan yang menyebabkan gugurnya anggota kepolisian tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








