Palangka Raya – Upaya menekan maraknya aksi balap liar di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Selain meningkatkan patroli dan penjagaan di sejumlah titik rawan, Polda Kalimantan Tengah kini menyiapkan langkah jangka menengah dengan menghidupkan kembali Sirkuit Sabaru sebagai lokasi resmi bagi para pecinta balap untuk menyalurkan hobi mereka secara aman dan legal.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat sekaligus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat di dunia otomotif.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, mengatakan persoalan balap liar hampir selalu menjadi pembahasan dalam berbagai forum bersama masyarakat, termasuk komunitas ojek online maupun organisasi kepemudaan.
“Beberapa kali kami melaksanakan audiensi dengan masyarakat, dengan ojol, dengan teman-teman OKP, itu selalu terkait dengan balap liar menjadi topik pembahasan,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, Ditlantas Polda Kalteng telah memperkuat pengamanan di ruas-ruas jalan yang kerap dijadikan arena balapan liar. Tidak hanya mengandalkan patroli, personel juga ditempatkan di sejumlah lokasi strategis agar aksi balap liar dapat dicegah sejak awal.
“Kita meningkatkan, mengoptimalkan kembali penjagaan. Jadi tidak hanya patroli, tetapi penjagaan di ruas-ruas jalan yang terindikasi digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan balap liar,” kata Yusep.
Menurutnya, kehadiran polisi di lokasi-lokasi tersebut diharapkan mampu mengurungkan niat para pelaku sebelum aksi balap liar berlangsung.
“Mudah-mudahan dengan kita ada di sana, masyarakat yang akan melaksanakan itu juga akan membatalkan atau mengurungkan niatnya,” tambahnya.
Namun demikian, kepolisian menyadari bahwa penindakan saja tidak cukup. Karena itu, solusi jangka menengah yang tengah dipersiapkan adalah mengaktifkan kembali Sirkuit Sabaru sebagai pusat kegiatan otomotif resmi di Kalimantan Tengah.
“Nah, Sabaru itu nanti akan kita coba optimalkan. Jadi kita akan berdayakan, kita akan membuat beberapa event kemudian menggandeng pemerintah daerah,” jelasnya.
Melalui pemanfaatan kembali sirkuit tersebut, pemerintah daerah bersama kepolisian ingin menghadirkan wadah yang lebih positif bagi para penghobi balap motor. Berbagai kejuaraan maupun kegiatan otomotif resmi diharapkan dapat digelar secara rutin sehingga bakat para pembalap muda dapat berkembang tanpa membahayakan pengguna jalan lainnya.
Yusep menilai sebagian besar pelaku balap liar sebenarnya tidak berorientasi pada perjudian atau taruhan. Mereka lebih terdorong oleh keinginan menunjukkan kemampuan berkendara di hadapan teman-teman maupun penonton.
“Mereka lebih kepada unjuk diri, ada penonton kemudian supaya dilihat,” ungkapnya.
Rencana tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya menegaskan penolakan terhadap balap liar di jalan umum. Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, mengingatkan bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk menguji kecepatan kendaraan karena berisiko tinggi memicu kecelakaan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, jangan melakukan balap liar. Jalan raya bukan tempat untuk balapan karena sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara,” tegas Agustiar Sabran.
Ia juga menyatakan pemerintah mendukung penyelenggaraan balap resmi sebagai sarana pembinaan atlet otomotif.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







