Palangka Raya – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Gang Sari 45, Jalan Dr. Murjani, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Minggu. Kobaran api yang muncul di tengah permukiman warga dengan cepat membesar hingga menghanguskan sejumlah rumah dan merembet ke area MTs Darul Ulum. Peristiwa ini memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan anggota keluarga serta barang berharga sebelum api meluas.
Api diketahui dengan cepat menguasai bangunan-bangunan yang sebagian besar berada dalam jarak berdekatan. Material rumah yang didominasi kayu membuat si jago merah semakin mudah merambat ke bangunan lain. Kepulan asap hitam tampak membumbung tinggi dan dapat terlihat dari berbagai sudut Kota Palangka Raya.
Warga sekitar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran begitu melihat kobaran api membesar. Dalam waktu singkat, armada pemadam kebakaran bersama relawan dan tim gabungan berdatangan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke bangunan lain di kawasan yang padat penduduk tersebut.
Proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang berusaha menyelamatkan harta benda membuat mobilitas petugas sempat terhambat. Meski demikian, petugas tetap berupaya melakukan penyekatan agar api tidak menjalar lebih luas.
Salah seorang petugas pemadam kebakaran, Sucipto, mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman serta mencegah api meluas ke bangunan lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang saling berdempetan menjadi salah satu faktor utama cepatnya penyebaran api.
“Bangunan di kawasan ini banyak yang berbahan kayu dan jaraknya berdekatan, sehingga api sangat cepat merambat,” kata Sucipto.
Selain menghanguskan sejumlah rumah warga, kebakaran juga berdampak pada lingkungan MTs Darul Ulum yang berada di Gang Sari 45. Madrasah yang telah lama berdiri di kawasan tersebut berada di tengah permukiman padat sehingga turut berada dalam jalur rambatan api.
Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas terus melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap untuk mengantisipasi munculnya api kembali. Aparat kepolisian juga memasang garis pengaman dan mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Belum ada informasi resmi mengenai jumlah keseluruhan bangunan yang mengalami kerusakan maupun besaran kerugian material akibat insiden tersebut. Demikian pula penyebab munculnya api masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Pemerintah setempat bersama aparat terkait juga melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan darurat dapat segera dipenuhi. Warga diimbau tetap berhati-hati dan tidak memasuki bangunan yang telah terbakar sebelum dinyatakan aman oleh petugas.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











