Sampit – Warga Jalan KH Ahmad Dahlan Kenan Sandan Nomor 134, RT 040/RW 07, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dibuat panik setelah seekor king kobra sepanjang sekitar dua meter muncul di halaman rumah. Ular berbisa tersebut sempat bersembunyi di balik pot bunga sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran tanpa menimbulkan korban.
Kejadian itu bermula ketika pemilik rumah melihat seekor ular berukuran besar berada di pekarangan. Karena merasa takut, ia tidak berani mendekat dan hanya mengamati dari kejauhan. Ular tersebut kemudian bergerak perlahan dan bersembunyi di balik pot bunga, sehingga membuat warga sekitar ikut khawatir.
Laporan mengenai kemunculan ular tersebut diterima petugas piket Markas Komando Disdamkarmat sekitar pukul 17.48 WIB dari pemilik rumah, Yuni Ardi. Menindaklanjuti laporan itu, Peleton I segera diberangkatkan menuju lokasi dengan menggunakan satu unit mobil Rescue Hilux.
Kepala Peleton I Disdamkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, menjelaskan tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 18.04 WIB dan tiba kurang lebih 11 menit kemudian.
“Saat tiba di lokasi, kami mendapat keterangan dari pemilik rumah bahwa ular sebelumnya terlihat masuk ke halaman samping, lalu bersembunyi di sela-sela pot bunga,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu memastikan posisi ular agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman. Mengingat king kobra merupakan salah satu jenis ular paling berbisa, penanganannya harus dilakukan secara hati-hati dan oleh tenaga yang berpengalaman.
Dengan menggunakan alat penjepit khusus, petugas perlahan mengendalikan bagian kepala ular. Meski sempat bergerak dan mencoba melawan, ular sepanjang sekitar dua meter itu akhirnya berhasil diamankan dalam kondisi hidup.
Warga yang menyaksikan proses evakuasi dari kejauhan mengaku lega setelah ular berhasil ditangkap. Mereka khawatir jika ular tersebut lepas, dapat membahayakan anak-anak maupun warga yang melintas di sekitar lokasi.
Salah seorang petugas menyampaikan bahwa langkah cepat warga dalam melapor sangat membantu proses penanganan.
“Tindakan warga yang segera melapor sangat tepat. Penanganan ular berbisa seperti king kobra sebaiknya dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan dan keahlian khusus,” ujarnya.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri karena berisiko tinggi.
“Jika menemukan ular berbisa di sekitar rumah, sebaiknya segera menjauh dan hubungi petugas. Jangan mencoba menangkap sendiri karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Menurut petugas, kemunculan ular di permukiman bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mencari makanan atau tempat berlindung. Lingkungan yang banyak semak, tumpukan barang, serta kondisi yang lembap dapat menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








