PALANGKA RAYA – Sebuah rumah di Jalan Jalak II, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, nyaris terbakar hebat setelah baterai laptop yang mengembung memuntahkan percikan api, Kamis (6/8/2026). Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga si jago merah tak sempat menjalar ke bangunan utama rumah tersebut.
Peristiwa kebakaran ini bermula dari hal sepele yang kerap dianggap remeh oleh masyarakat, yakni baterai laptop yang sudah menggembung. Kondisi baterai yang tidak lagi normal itu memicu percikan api, yang kemudian menyambar tumpukan barang bekas di bawah tangga rumah. Dalam hitungan menit, api pun mulai membesar dan mengancam seisi rumah.
Mengetahui adanya kepulan asap dan api, warga sekitar tak tinggal diam. Mereka segera menghubungi Call Center 112 untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Laporan warga langsung direspons oleh Regu 2 Mako Pemadam Kebakaran. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, menuturkan bahwa petugasnya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk sampai ke lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Petugas datang dengan membawa armada Hino Zigger berkapasitas 5.000 liter air. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merembet lebih jauh.
“Petugas segera melakukan pemadaman setibanya di lokasi. Api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 25 menit sehingga tidak sempat meluas ke bangunan utama rumah,” ujar Alfrianto.
Berkat kesigapan tersebut, kebakaran yang sempat membuat panik warga sekitar ini akhirnya bisa dijinakkan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, kebakaran tetap berdampak pada dua kepala keluarga dengan total enam jiwa yang menghuni rumah tersebut.
Setelah api benar-benar padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melakukan proses pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi menyala kembali. Pemeriksaan detail juga dilakukan di sekitar area kejadian sebagai langkah antisipasi.
Setelah dipastikan aman, petugas kemudian melakukan pendataan terkait dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut, sebelum akhirnya seluruh personel kembali ke markas.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi perangkat elektronik di rumah, terutama baterai laptop yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti pembengkakan.
Alfrianto pun mengimbau warga agar tidak menyepelekan baterai yang sudah mengembung. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya karena bisa memicu panas berlebih hingga berujung pada kebakaran.
“Apabila baterai sudah mengalami pembengkakan, sebaiknya jangan lagi digunakan karena berpotensi menimbulkan panas berlebih hingga memicu kebakaran. Segera ganti dengan baterai yang baru dan sesuai spesifikasi perangkat,” pesannya.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







