Katingan – Di tepian Sungai Katingan yang membelah wilayah Kalimantan Tengah, tersimpan sebuah kisah rakyat yang hingga kini masih diceritakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kisah tersebut berasal dari Desa Tumbang Sungai Tamiang, sebuah perkampungan yang dahulu dikenal asri dan dikelilingi hutan lebat serta hamparan danau luas bernama Tasik Biawan.
Mayoritas warga desa kala itu menggantungkan hidup dari hasil berladang dan berburu. Alam menjadi sumber kehidupan utama masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat serta nilai-nilai tradisional warisan leluhur. Dari lingkungan inilah lahir dua pemuda yang kemudian dikenal karena keberanian dan ketangguhannya, yakni Kayau dan Pulang.
Sejak kecil, keduanya hidup bersama sang ibu setelah ayah mereka meninggal dunia. Saat itu, Pulang masih berusia tiga tahun, sementara Kayau baru menginjak usia delapan tahun. Meski kehilangan sosok kepala keluarga, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh dan pekerja keras.
“Kami harus membantu ibu agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi,” ujar Kayau dalam cerita rakyat yang diwariskan masyarakat setempat.
Setiap hari, Kayau dan Pulang membantu ibunya berladang serta berburu di hutan. Berbagai pekerjaan dilakukan tanpa mengeluh demi memastikan keluarga mereka dapat bertahan hidup. Kerja keras tersebut membentuk karakter keduanya menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan penuh kepedulian terhadap keluarga.

Tak hanya dikenal gagah dan berani, kedua bersaudara itu juga memiliki sifat yang mulia. Mereka selalu menempatkan kebahagiaan sang ibu sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Sikap hormat dan bakti kepada orang tua membuat mereka dihormati masyarakat desa.
“Ibu adalah alasan kami terus berjuang. Selama ibu bahagia, kami akan melakukan apa pun untuk keluarga,” kata Pulang sebagaimana dikisahkan dalam legenda tersebut.
Keteladanan Kayau dan Pulang kemudian menjadi bagian penting dari cerita rakyat yang berkembang di wilayah Katingan. Kisah mereka tidak hanya menggambarkan keberanian, tetapi juga mengajarkan nilai kerja keras, tanggung jawab, serta penghormatan kepada orang tua yang tetap relevan hingga saat ini.
Legenda Kayau dan Pulang dari Tumbang Tamiang menjadi salah satu warisan budaya lisan yang terus hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah. Cerita tersebut mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga, semangat pantang menyerah, dan kecintaan terhadap tradisi leluhur.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






