Palangka Raya– Panglima Jilah kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan masyarakat Dayak di seluruh Pulau Kalimantan atau Borneo. Pesan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan Ketua LSM Betang Media Pratama (BMP) Kalimantan Tengah, Frans Sambung, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Hotel Borobudur Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama bagi masyarakat Dayak untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan zaman. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Dayak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah hubungan antar sub-suku Dayak di Borneo.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana akrab di Hotel Borobudur Jakarta itu menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antartokoh masyarakat Dayak. Panglima Jilah menilai bahwa perbedaan adat, budaya, maupun wilayah tidak boleh menjadi alasan munculnya konflik di tengah masyarakat Dayak.
“Kita semua adalah satu keluarga besar Dayak. Jangan sampai ada perpecahan hanya karena perbedaan pandangan atau kepentingan tertentu. Persatuan harus tetap menjadi pegangan kita bersama,” ujar Panglima Jilah.
Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Karena itu, ia berharap nilai-nilai tersebut terus dijaga oleh generasi muda agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman maupun pengaruh luar yang dapat mengganggu keharmonisan.
Panglima Jilah juga mengingatkan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan kekuatan bersama. Oleh sebab itu, seluruh tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta pemuda Dayak di Kalimantan perlu membangun komunikasi yang baik dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Kita harus kompak dan saling mendukung. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Jika ada masalah, mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan semangat persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Ketua LSM Betang Media Pratama (BMP) Kalimantan Tengah, Frans Sambung, menyambut baik pesan yang disampaikan Panglima Jilah. Menurutnya, persatuan masyarakat Dayak merupakan aset penting yang harus terus dijaga demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Pesan Panglima Jilah sangat relevan dengan kondisi saat ini. Persatuan dan kekompakan masyarakat Dayak harus terus diperkuat agar kita dapat bersama-sama membangun Kalimantan yang damai dan maju,” ujar Frans Sambung.
Ia menambahkan, peran organisasi masyarakat, tokoh adat, dan media sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi kesalahpahaman maupun konflik dapat dicegah sejak dini.
Pertemuan tersebut juga menjadi simbol kuatnya hubungan antartokoh masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Dayak. Kedua tokoh sepakat bahwa semangat persaudaraan harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar tetap menjadi fondasi utama kehidupan sosial masyarakat Dayak di Borneo.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








