Palangka Raya – Pergantian kepemimpinan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan tidak mengganggu berbagai program kesehatan yang telah menunjukkan hasil positif. Mantan Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa pejabat baru cukup melanjutkan kebijakan yang selama ini berjalan baik agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjaga.
Pesan tersebut disampaikan setelah tongkat estafet kepemimpinan Dinkes Kalteng diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Miko Uria Mapas, menyusul penugasan Suyuti sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurut Suyuti, sektor kesehatan di Kalimantan Tengah saat ini telah berada pada jalur yang tepat. Karena itu, fokus utama pimpinan baru bukan memulai dari awal, melainkan menjaga kesinambungan program yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dinkes itu sebetulnya ya tinggal melanjutkan apa yang menjadi kebijakan,” ujar Suyuti usai pelantikan.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator kesehatan di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satunya adalah meningkatnya usia harapan hidup masyarakat yang ditopang oleh keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi.
“Variabel dari usia harapan hidup itu satu, angka kematian ibu jauh di bawah nasional. Lebih bagus kita daripada nasional. Angka kematian bayi juga di bawah nasional. Jadi dari angka-angka itu sebetulnya Dinas Kesehatan sudah berada ‘on the track’,” katanya.
Selain mempertahankan capaian tersebut, Suyuti juga menilai berbagai program strategis lain harus terus diperkuat. Di antaranya peningkatan akses pelayanan kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan, serta perluasan kepesertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional melalui Universal Health Coverage (UHC).
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor kesehatan merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Dinkes, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga dukungan masyarakat. Karena itu, proses pergantian pimpinan tidak boleh menghambat pelayanan maupun target pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan.
Suyuti optimistis Plt Kepala Dinkes Kalteng mampu menjaga ritme kerja organisasi sekaligus melanjutkan inovasi yang telah berjalan. Menurutnya, tantangan sektor kesehatan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kesinambungan kebijakan agar hasil yang telah dicapai tidak mengalami penurunan.
Di sisi lain, keberhasilan Dinas Kesehatan selama beberapa tahun terakhir dinilai menjadi modal penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan masyarakat yang semakin baik diyakini akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Program-program prioritas seperti peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, pemerataan akses layanan kesehatan hingga penguatan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan diharapkan tetap menjadi perhatian utama di bawah kepemimpinan yang baru.
Transisi kepemimpinan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga berbagai target pembangunan kesehatan daerah dapat terus dicapai secara berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








