Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil melalui program layanan kesehatan jemput bola. Langkah ini diwujudkan dengan menghadirkan rumah sakit keliling yang akan membawa dokter spesialis langsung ke desa-desa di pedalaman, sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempersempit kesenjangan akses kesehatan antara masyarakat perkotaan dan kawasan pedalaman yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas maupun tenaga medis.
Rumah sakit keliling itu akan didukung delapan unit bus bantuan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) Tahun 2025. Armada tersebut akan dimodifikasi menjadi fasilitas kesehatan bergerak yang mampu memberikan berbagai layanan medis secara langsung kepada masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan keberadaan armada tersebut menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh rumah sakit maupun puskesmas.
“Ada bantuan dari Kementerian Kehutanan, dari DBH-DR, ada delapan mobil, mungkin nanti bertambah lagi,” ujar Agustiar saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Menurutnya, setiap bus tidak hanya membawa tenaga kesehatan umum, tetapi juga dokter spesialis yang akan berkeliling ke berbagai kabupaten dan desa terpencil di Kalimantan Tengah.
“Nanti dalam mobilnya diisi dokter spesialis dan masuk ke daerah-daerah pedalaman dan berkeliling ke Kalteng,” katanya.
Layanan yang diberikan pun cukup lengkap. Selain pemeriksaan kesehatan umum, rumah sakit keliling tersebut juga akan menyediakan layanan pemeriksaan gigi, pemeriksaan radiologi atau rontgen, hingga tindakan operasi ringan yang selama ini sulit diakses masyarakat pedalaman.
Dengan fasilitas tersebut, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar atau menempuh perjalanan berjam-jam menuju rumah sakit rujukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan dasar maupun tindakan medis tertentu.
Agustiar menjelaskan pemerintah ingin menghadirkan pelayanan yang benar-benar menyentuh masyarakat melalui konsep jemput bola. Pemerintah tidak lagi menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi justru menghadirkan pelayanan langsung ke lokasi yang membutuhkan.
“Supaya jemput bola ke pedalaman, di dalam bus nanti kita kirim dokter spesialis juga supaya mempermudah masyarakat berobat,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, mengingat luasnya daerah serta masih banyaknya kawasan yang memiliki akses transportasi terbatas.
Selain mempercepat pelayanan medis, keberadaan rumah sakit keliling juga diproyeksikan mendukung deteksi dini berbagai penyakit sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisinya memburuk.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








